Connect with us

Internasional

Komandan Seniornya Tewas, Hizbullah Langsung Serukan Perlawanan setelah Serangan Mematikan Israel di Lebanon

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Komandan Seniornya Tewas, Hizbullah Langsung Serukan Perlawanan setelah Serangan Mematikan Israel di Lebanon

Gempuran serangan udara Isarel ke Lembah Bekaa, Lebanon menewaskan 10 anggota Hizbullan termasuk komandan senior sehingga meningkatkan kembali ketegangan di kawasan tersebut

FAKTUAL INDONESIA: Genderang perang di perbatasan Lebanon dan Israel kembali ditabuh kencang. Kelompok bersenjata Hizbollah langsung menyerukan perlawanan setelah serangan udara mematikan Israel di Lembah Bekaa yang menewaskan 10 orang Hizbullah termasuk satu orang komandan senoirnya, Hussein Mohammad Yaghi.

Secara terpisah, militer Israel mengatakan mereka juga menyerang apa yang mereka sebut sebagai pusat komando Hamas tempat para militan beroperasi di daerah Ain al-Hilweh di Lebanon selatan. Ain al-Hilweh adalah kamp pengungsi Palestina yang padat penduduk di dekat Sidon.

Petinggi Politik Senior Hizbullah Mahmoud Qamati, menegaskan bahwa jalan diplomasi tampaknya kian tertutup. Karena itu bagi Hizbullah kini hanya tersisa satu kata: Perlawanan.

Baca Juga : Untungkan Israel, Hizbullah Tolak Rencana Perlucutan Senjata yang Ditetapkan Pemerintah Lebanon

Melampaui Batas Agresi

Dalam sebuah pidato emosional yang disiarkan oleh jaringan Al-Manar saat aksi protes di Beirut, Qamati menyebut serangan Israel di Lembah Beqaa sebagai sebuah pembantaian baru.

“Apa yang terjadi kemarin di Beqaa melampaui semua tingkat agresi sebelumnya terhadap Lebanon,” ujar Qamati dengan nada tegas.

Advertisement

“Opsi apa lagi yang tersisa bagi kami untuk membela diri dan negara kami? Kami tidak punya pilihan lain selain perlawanan.”

Pernyataan ini seolah menjadi sinyal bahwa eskalasi di wilayah tersebut belum akan mereda dalam waktu dekat.

Duka di Lembah Beqaa

Lembah Beqaa yang strategis menjadi saksi bisu kehancuran pada Jumat (21/2/2026). Alat berat kini masih dikerahkan untuk membersihkan puing-puing bangunan yang rata dengan tanah akibat hantaman rudal.

Laporan resmi menyebutkan, Hizbullah mengonfirmasi 8 anggotanya tewas, termasuk salah satu sosok yang digambarkan sebagai komandan. Sedangkan media Lebanon menyebut angka yang lebih besar, yakni sedikitnya 10 orang tewas dan lebih dari 50 orang luka-luka.

Advertisement

Baca Juga : Israel Serang Lebanon Selatan, 4 Tewas Termasuk Seorang Anak, Klaim Bunuh Pejuang Hizbullah

Selain korban jiwa dan luka-luka, serangan Israel itu juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur,  pemukiman di desa Ali al-Nahri hancur lebur, menyisakan trauma mendalam bagi warga sipil di sekitar lokasi.

Targetkan Komando Rudal

Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memberikan alasan di balik serangan mematikan tersebut. Menurut pihak militer Israel, operasi udara itu menargetkan tiga pusat komando yang merupakan bagian dari jaringan rudal milik Hizbullah.

Israel mengklaim telah melumpuhkan sejumlah besar operatif yang dianggap sebagai ancaman keamanan bagi wilayah mereka.

Situasi Terkini: Ketegangan di Titik Nadir

Advertisement

Kondisi di lapangan saat ini sangat cair. Pernyataan Qamati yang menyebut tidak ada pilihan lain menandakan posisi Hizbullah yang semakin terdesak untuk melakukan aksi balasan. Dengan ribuan orang yang turun ke jalanan di Beirut untuk memprotes serangan tersebut, mata dunia kini tertuju pada Lebanon, menanti apakah percikan di Beqaa ini akan menyulut perang terbuka yang lebih besar.

Baca Juga : Israel Sesumbar Telah Menewaskan Pejabat Senior Hizbullah dalam Serangan Pertama di Beirut Lebanon

Serangan Israel tersebut termasuk yang paling mematikan yang dilaporkan di Lebanon timur dalam beberapa pekan terakhir dan berisiko menguji gencatan senjata yang rapuh yang dimediasi AS antara Israel dan kelompok Islam Syiah Hizbullah, yang tegang akibat tuduhan pelanggaran yang berulang.

Militer Israel menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menyerang pusat-pusat komando Hizbullah di daerah Baalbek, bagian dari Lembah Bekaa di Lebanon timur.

Dalam pernyataan terpisah pada 21 Februari, disebutkan bahwa Israel telah menghilangkan beberapa pejuang dari jaringan rudal Hizbullah di tiga pusat komando berbeda… yang baru-baru ini diidentifikasi beroperasi untuk mempercepat kesiapan organisasi dan proses peningkatan kekuatan, sambil merencanakan serangan tembakan ke arah Israel”.

Saling Tuding Pelanggaran

Advertisement

Israel dan Hizbullah menyepakati gencatan senjata yang dimediasi AS pada tahun 2024 yang bertujuan untuk mengakhiri lebih dari setahun baku tembak lintas perbatasan yang berpuncak pada serangan Israel yang melemahkan kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut. Sejak itu, mereka saling tuding melanggar gencatan senjata.

Baca Juga : Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon 18 Februari

Para pejabat AS dan Israel telah mendesak otoritas Lebanon untuk membatasi persenjataan Hizbullah, sementara para pemimpin Lebanon telah memperingatkan bahwa serangan Israel yang lebih luas dapat semakin menggoyahkan stabilitas negara yang sudah terpuruk akibat krisis politik dan ekonomi.

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk serangan Israel semalam di wilayah Sidon dan kota-kota di Bekaa sebagai “pelanggaran baru” terhadap kedaulatan Lebanon dan pelanggaran kewajiban PBB, mendesak negara-negara yang mendukung stabilitas regional, termasuk AS, untuk mendesak penghentian segera guna mencegah eskalasi lebih lanjut, kata kepresidenan.

Hamas dalam sebuah pernyataan mengutuk serangan Israel di Ain al-Hilweh dan menolak klaim Israel tentang sasaran tersebut, dengan mengatakan bahwa lokasi itu milik Pasukan Keamanan Gabungan kamp yang bertugas menjaga keamanan. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement