Nasional
Hujan Deras di Puncak Merapi, Warga Diminta Waspadai Potensi Lahar Panas

Gunung Merapi alami hujan deras selama dua jam pada Minggu, 21 Desember 2025. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Lebih dari dua jam, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dilaporkan mengguyur lereng selatan Gunung Merapi yang berlokasi di Jawa Tengah pada Minggu (21/12/2025).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan hal itu dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar serta awan panas guguran.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan, hujan mulai turun pada pukul 13.42 WIB dengan durasi mencapai 2 jam 35 menit. Berdasarkan hasil pemantauan, curah hujan tercatat sebesar 42,3 milimeter dengan intensitas rata-rata 16,3 milimeter per jam dan masih berlangsung hingga sore hari.
Baca Juga : Gunung Merapi Kembali Menunjukkan Aktivitas, Masyarakat Diminta Waspada
“Terjadi hujan di lereng selatan Gunung Merapi dengan curah hujan 42,3 milimeter. Kondisi ini berpotensi memicu bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta awan panas guguran di kawasan rawan bencana,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Minggu (21/12/2025).
BPPTKG menyampaikan status aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Suplai magma berdasarkan data pemantauan masih berlangsung sehingga potensi guguran lava dan awan panas guguran tetap perlu diantisipasi, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi di sekitar puncak dan lereng gunung.
Daerah berpotensi terdampak guguran lava dan awan panas guguran berada di sektor selatan hingga barat daya, meliputi Sungai Boyong dengan jarak luncur maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga sejauh 7 kilometer.
Sementara itu di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro dengan jarak maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer dari puncak.
Baca Juga : Status Siaga Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Awas Semeru 45 Kali Gempa Erupsi
Selain itu, BPPTKG juga mengingatkan potensi lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif, yang dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
“Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya serta meningkatkan kewaspadaan terhadap lahar dan awan panas guguran, khususnya saat hujan turun di sekitar Gunung Merapi,” tegas Agus.
BPPTKG meminta warga di kawasan rawan bencana untuk terus memantau informasi resmi, mematuhi seluruh rekomendasi yang dikeluarkan, serta mengantisipasi dampak lanjutan, seperti gangguan akibat abu vulkanik.
Jika terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan, BPPTKG memastikan akan segera melakukan evaluasi terhadap status Gunung Merapi.***














