Connect with us

Nasional

Status Siaga Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Awas Semeru 45 Kali Gempa Erupsi

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Status Siaga Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Awas Semeru 45 Kali Gempa Erupsi

Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (21/11/2025) malam meluncurkan awan panas guguran sejauh dua kilometer (kiri) dan aktivitas Gunung Semeru di Jawa Timur ketika erupsi.

FAKTUAL INDONESIA: Setelah Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi maka kini Gunung Merapi di Jawa Tengah menyemburkan awan panas, Jumat (21/11/2025) malam.

Kabar terbaru, Gunung Merapi yang berstatus siaga atau Level III dilaporkan mengalirkan awan panas guguran pukul 21.23 WIB.

Berdasarkan laporan resmi dari Badan Geologi, kejadian tersebut tercatat pada pukul 21:23 WIB dengan estimasi jarak luncur mencapai 2.000 meter. Aktivitas ini direkam oleh instrumentasi pemantauan dengan amplitudo maksimum 57 mm dan durasi 206 detik.

Seperti dilansir instagram merapi_uncover, awan panas guguran tersebut teramati mengarah ke sektor yang masih berada dalam zona potensi bahaya sesuai rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi tetap berada pada status SIAGA (Level III), yang telah ditetapkan sejak 5 November 2020.

Baca Juga : Gunung Merapi Kembali Erupsi, Sleman Diselimuti Abu

Badan Geologi mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III, untuk tetap mematuhi semua rekomendasi mitigasi yang telah dikeluarkan. Aktivitas pendakian dan seluruh bentuk kegiatan di sekitar puncak Merapi juga tetap dilarang.

Advertisement

Badan Geologi menegaskan bahwa seluruh informasi resmi hanya dikeluarkan melalui kanal pemerintah, dan masyarakat dianjurkan untuk tidak mudah percaya pada kabar yang tidak bersumber jelas.

Hingga saat ini, aktivitas Merapi berada pada tingkat Siaga (Level III), yang berarti masih ada potensi luncuran awan panas maupun aliran lava pijar dari puncak gunung api tersebut.

Baca Juga : Gunung Merapi Kembali Erupsi, Lontarkan 13 Guguran Lava Tapi Status Belum Meningkat

Semeru Aktivitas Tinggi

Sementara itu Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas tinggi dan terus menerus mengalami erupsi. Dalam rentang enam jam pada Jumat, 21 November 2025 pukul 00.00–06.00 WIB, pos pengamatan merekam puluhan gempa erupsi yang menunjukkan aktivitas vulkanik yang intens.

Informasi resmi disampaikan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Rudra Wibowo, melalui laporan tertulis yang diterima di Lumajang pada Jumat, 21 November 2025.

Advertisement

“Untuk pengamatan kegempaan tercatat 45 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 58-184 detik,” kata Rudra seperti dilansir aboutmalang.

Baca Juga : Gunung Merapi Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

Selain letusan, instrumen juga mendeteksi enam gempa guguran dengan amplitudo 2–4 mm berdurasi 40–74 detik, serta delapan gempa hembusan dengan amplitudo 2–4 mm dan durasi 34–69 detik. Aktivitas tektonik jauh turut terekam.

“Semeru juga mengalami lima kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4-8 mm, S-P 14-16 detik dan lama gempa 25-53 detik,” jelas Rudra.

Dari hasil pengamatan visual, puncak gunung tampak jelas hingga sesekali tertutup kabut 0–III. Asap kawah tidak teramati, sementara cuaca cenderung mendung hingga hujan dengan angin lemah bertiup ke arah tenggara.

Catatan ini menegaskan kondisi lapangan yang dinamis dan perlu diwaspadai warga di wilayah sekitar aliran sungai berhulu Semeru.

Advertisement

Baca Juga : Gunung Merapi Muntahkan 19 Kali Guguran Lava Pijar pada 8 Juni 2025 Dini Hari

Status aktivitas saat ini berada di Level IV atau Awas. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi pembatasan ketat untuk keselamatan masyarakat.

Warga dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 kilometer dari puncak erupsi. Di luar radius tersebut, aktivitas manusia juga dibatasi di sempadan sungai.

Rudra menekankan agar masyarakat tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

Selain itu, perlu diwaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca