Nasional
Gunung Merapi Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

Gunung Merapi yang berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan Yoggakarta kembali erupsi. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Gunung Merapi yang berada di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali erupsi.
Dalam 24 jam pengamatan pada Minggu (27/7/2025), tercatat sembilan kali guguran lava pijar yang mengarah ke barat daya dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter. Aktivitas ini mempertegas bahwa Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, dalam keterangan resminya pada Senin (28/7/2025) menyampaikan hal tersebut.
“Teramati sembilan kali guguran lava ke arah barat daya menuju Kali Sat atau Kali Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter,” ujar Agus.
Potensi Bahaya
Baca Juga : Gunung Merapi Muntahkan 19 Kali Guguran Lava Pijar pada 8 Juni 2025 Dini Hari
BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya utama saat ini adalah guguran lava dan awan panas, khususnya di sektor selatan-barat daya. Area yang harus diwaspadai meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km dari puncak.
Secara visual, puncak Merapi terpantau cukup jelas, meski sesekali tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih dengan tekanan lemah, intensitas tipis, dan ketinggian sekitar 10 meter di atas puncak masih terlihat selama masa pengamatan.
Dari sisi seismik, Gunung Merapi mencatatkan aktivitas yang cukup tinggi. Selama periode pengamatan terdapat 84 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-29 mm dan durasi antara 39,57 hingga 190,4 detik.
Dicatat pula 108 gempa hybrid atau fase banyak, serta empat gempa tektonik jauh.
Agus Budi Santoso menambahkan, data seismik dan visual menunjukkan bahwa suplai magma ke permukaan masih berlangsung, yang berpotensi memicu awan panas guguran jika intensitas meningkat.
BPPTKG kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan rawan bencana, khususnya di wilayah potensi guguran lava dan awan panas. Selain itu, masyarakat juga diminta waspada terhadap ancaman lahar hujan dan abu vulkanik, terutama saat cuaca buruk.
Baca Juga : Gunung Merapi Kembali Erupsi pada 27 April 2025, Masyarakat Diminta Waspada
“Suhu udara di sekitar Gunung Merapi berkisar antara 16,5 hingga 26,4 derajat celsius, dengan kelembaban 70 hingga 99,7%,” tambah BPPTKG.
Tekanan udara tercatat antara 873,3 hingga 919,2 mmHg, sementara cuaca umumnya berawan hingga mendung, dengan angin bertiup tenang ke arah timur.
Sementara itu, status aktivitas Gunung Merapi tetap berada di Level III atau Siaga. Namun, BPPTKG menegaskan bahwa status ini akan ditinjau kembali jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.
Gunung Merapi dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, dan pergerakan geologisnya terus menjadi perhatian utama bagi masyarakat di sekitarnya maupun otoritas kebencanaan nasional.***











