Connect with us

Teknologi

Internet Indonesia Kini Bukan Lagi Akses, tapi Kualitas dan Keterjangkauan

Diterbitkan

pada

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dorong internet 100 Mbps. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menilai tantangan pengembangan internet nasional kini telah bergeser. Jika sebelumnya fokus utama berada pada perluasan akses, ke depan pemerintah dan industri perlu memastikan koneksi internet yang tersedia memiliki kualitas tinggi, cepat, andal, sekaligus terjangkau bagi masyarakat.

Kualitas konektivitas dinilai menjadi fondasi penting untuk memperkuat daya saing Indonesia di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap layanan berbasis internet.

Ketua Umum APJII Muhammad Arif mengatakan internet saat ini telah berkembang menjadi infrastruktur strategis yang menopang berbagai aktivitas ekonomi hingga layanan publik. Karena itu, peningkatan kualitas konektivitas perlu menjadi bagian penting dalam agenda transformasi digital nasional.

“Ke depan, tantangan kita bukan lagi soal perluasan akses. Tantangan kita adalah menghadirkan konektivitas yang berkualitas sebagai fondasi transformasi digital Indonesia,” ujar Arif dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Jumat (7/8/2026).

Menurut Arif, pemerataan koneksi internet yang andal akan menentukan kemampuan Indonesia dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital. Di sisi lain, pemerataan tersebut juga diperlukan untuk mempersempit kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan daerah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur.

Advertisement

Dorong Internet 100 Mbps

APJII menyatakan siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah untuk mendukung sejumlah program strategis Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Salah satunya melalui pengembangan Kampung Internet serta mendorong ketersediaan layanan internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps yang semakin terjangkau masyarakat.

Dari sisi infrastruktur, APJII terus memperkuat Indonesia Internet Exchange (IIX) sebagai titik interkoneksi nasional. Keberadaan IIX memungkinkan lalu lintas internet domestik tetap diproses di dalam negeri sehingga dapat meningkatkan efisiensi jaringan, menekan latensi, dan memperkuat keandalan koneksi.

Selain IIX, APJII mengelola Indonesia Network Information Center (IDNIC) yang bertugas mendistribusikan alamat IP dan Autonomous System (AS) Number kepada ribuan penyelenggara telekomunikasi di Indonesia.

Penguatan kedua infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi pertumbuhan trafik internet nasional yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pengguna.

Advertisement

Berdasarkan survei APJII, penetrasi internet Indonesia pada 2026 telah mencapai 81,72 persen atau sekitar 235 juta pengguna. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 79,5 persen atau sekitar 221 juta pengguna.

Arif menegaskan pertumbuhan jumlah pengguna harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan, pemerataan infrastruktur, penguatan keamanan siber, serta peningkatan literasi digital masyarakat.

“Peningkatan jumlah pengguna internet harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, pemerataan infrastruktur, keamanan siber, dan penguatan kapasitas digital masyarakat,” katanya.

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Komitmen tersebut kembali ditegaskan APJII dalam rangkaian Internet Days 2026 yang digelar bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional APJII di Jakarta.

Advertisement

Salah satu agenda utama kegiatan tersebut adalah diskusi mengenai pemerataan konektivitas nasional melalui sesi Future Networks & National Connectivity bertajuk Ensuring Equal Digital Access: Connectivity Challenges Across the Archipelago.

Forum tersebut mempertemukan pelaku industri, regulator, dan penyedia teknologi untuk membahas strategi memperluas internet berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

APJII menilai pemerataan konektivitas merupakan salah satu prasyarat untuk mewujudkan transformasi digital yang inklusif. Dengan akses yang semakin luas, berkualitas, dan terjangkau, masyarakat di berbagai daerah diharapkan dapat memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk memanfaatkan ekonomi digital.

“APJII akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, industri, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan transformasi digital Indonesia berjalan secara inklusif dan berkelanjutan,” ujar Arif.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, APJII sekaligus memperingati 30 tahun perjalanan organisasi. Selama tiga dekade, APJII telah berperan dalam pengembangan ekosistem internet nasional dan berkomitmen melanjutkan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pemerataan konektivitas sekaligus meningkatkan kualitas layanan internet di Indonesia.***

Advertisement

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement