Nasional
Menag Nasaruddin Ungkap Forum “Daring Peace” Vatikan Buka Peluang Indonesia jadi Pusat Inisiatif Perdamaian Global

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar setiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Kamis (30/10/2025) usai menghadiri Forum Internasional untuk Perdamaian “Daring Peace” di Vatikan (Kemenag)
FAKTUAL INDONESIA: Forum Internasional untuk Perdamaian “Daring Peace” di Vatikan – Roma, membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat peran dalam forum lintas agama dunia.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan hal itu ketika tiba di Tanah Air, Kamis (30/10/2025), usai menghadiri Forum Internasional untuk Perdamaian “Daring Peace” di Vatikan tersebut.
Dalam forum itu Menag Nasaruddin sempat bertemu Paus Leo XIV bersama sejumlah tokoh agama dunia, sekaligus mendiskusikan rencana tindak lanjut Deklarasi Istiqlal.
Menurut Nasaruddin, banyak pemimpin agama dunia yang menaruh harapan agar Indonesia dapat menjadi pusat dialog dan inisiatif perdamaian global.
Baca Juga : Bertemu Imam dan Biarawati Seluruh Italia, Menag Nasaruddin: Internalisasi Nilai Agama Harus Dibangun Atas Dasar Cinta
“Indonesia sudah saatnya menjadi faktor penting dalam menciptakan kedamaian dunia. Kita memiliki pengalaman panjang dalam mengelola keragaman, dan itu menjadi modal besar untuk berkontribusi di tingkat internasional,” kata Nasaruddin.
Nasaruddin mengungkapkan, Vatikan berencana melakukan kunjungan ke Indonesia pada Desember mendatang sebagai tindak lanjut dari pertemuan lintas agama di Roma, Italia, yang dihadiri oleh berbagai pemimpin agama dunia.
“Kami sudah melakukan pertemuan intensif dengan pihak Roma. Mereka berkeinginan untuk menindaklanjuti deklarasi Istiqlal yang dinilai lebih konkret dan terukur,” ujarnya.
Nasaruddin menjelaskan, tindak lanjut yang akan dibahas bersama Vatikan meliputi tiga isu utama, yakni dehumanisasi, situasi pascaperang, dan penyelamatan lingkungan hidup. Ketiga isu tersebut dianggap memiliki keterkaitan langsung dengan kesejahteraan dan keberlangsungan hidup umat manusia.
Baca Juga : Kongres PMMBN, Wamenag Romo: Jangan Mudah Terprovokasi, Moderasi Beragama Bukan Mengurangi Keyakinan Agama
“Pihak Vatikan menekankan pentingnya kolaborasi global dalam mengatasi krisis kemanusiaan dan lingkungan. Mereka melihat deklarasi Istiqlal sebagai dokumen yang sangat relevan dan aplikatif untuk menjawab tantangan itu,” ungkapnya.
Disebutkan Nasaruddin, pertemuan lanjutan pada Desember mendatang akan difokuskan pada penyusunan program bersama antara Indonesia dan Vatikan, terutama dalam konteks pendidikan lintas agama, penguatan nilai kemanusiaan, serta advokasi lingkungan berkelanjutan.
“Kita ingin membangun kerja sama yang bersifat konkret, tidak hanya simbolik. Indonesia dan Vatikan memiliki komitmen yang sama untuk memperkuat perdamaian, toleransi, dan keadilan sosial,” tegasnya. ***














