Kesehatan
UMS Bangun RS Pendidikan Untuk Layanan Kesehatan dan Pengembangan Ilmu

Rektor UMS Prof Sofyan Anif melakukan ground breaking pembangunan RS UMS. (Foto : Istimewa)
FAKTUALid – Rumah Sakit (RS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo mulai dibangun, Sabtu (3/7/2021). RS senilai Rp130 miliar tersebut nantinya akan menjadi RS pendidikan untuk melengkapi Fakultas Kedokteran UMS.
“Dengan adanya RS pendidikan yang dimiliki UMS tersebut, FK UMS tidak hanya mengembangkan konsep dan teori saja tetapi juga bisa mengembangkan skil dan keprofesionalan,” jelas Rektor UMS, Prof Sofyan Anif, seusai ground breaking pembangunan RS UMS yang terletak di Jl Adi Sucipto Solo.
Lebih lanjut Sofyan mengatakan RS tidak hanya menjadi pusat pelayanan kesehatan tapi juga pengembangan akademik khususnya pengembangan ilmu kedokteran.
RS tersebut tidak hanyabsekedar pelengkap untuk FK tetapi juga memberikan kontribusi dalam dunia kesehatan di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah dan Indonesia. Apalagi selama ini Muhammadiyah memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan organisasi kemanusian lainnya.
“Ke depan ada rencana UMS mendirikan prodi spesialis, mudah-mudajan UMS bisa jadi rujukan berdirinya pendidikan profesi karena kita punya SDM dan konsorsium bersama Perguruan Tinggi Muhammadiyah lainnya,”jelasnya lagi.
Dalam acara tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dn Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir secara online.
“Hari ini rumah sakit dirindu, diburu dan hari ini dengan dibangunnya RSUMS diharapkan akan memberikan ruang lebih banyak untuk menolong masyarakat,” kata Ganjar dalam sambutannya.
Ganjar juga berharap alumni maupun mahasiswa FK UMS bisa memberikan kontribusi dalam penanganan Covid-19. Sebab saat ini Jawa Tengah mulai kekurangan tenaga kesehatan.
Sementara itu terkait pembangunan RS UMS tersebut, Koordinator Tim Perencana dan Tim Teknis RS UMS, Muhammad Syam Priyono Nugroho menjelaskan RS tersebut dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi dengan dua blok bangunan sebanyak lima lantai.
“Untuk awal RS tipe D dengan jumlah bed sebanyak 50 nanti dikembangkan menjadi Tipe C dengan jumlah bed sebanyak 200. Untuk fasilitas dan sarana prasarana sama seperti rumah sakit lainnya,” paparnya.
RS UMS dibangun dengan menggunakan konsep green building. Sehingga ramah lingkungan dan biaya operasionalnya lebih rendah. (Uti Farinzi) ***
Lanjutkan Membaca














