Connect with us

Politik

Mahfud MD Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Perangi Covid-19

Diterbitkan

pada

Menkopolhukam Mahfud MD. (Ist).

Menkopolhukam Mahfud MD. (Ist).

FAKTUALid – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengingatkan pandemi COVID-19 merupakan musuh bersama. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggalang kebersamaan supaya bisa menghadapi dan melawan virus tersebut.

“Pimpinan RS sendiri ada yang meninggal 3 hari yang lalu, karena di rumah sakitnya sendiri dia tidak kebagian oksigen tidak kebagian kamar, sehingga juga ikut antre, jadinya meninggal. Jadi kebersamaan kita itu menjadi penting (dalam melawan COVID-19),” kata Mahfud MD dalam silaturahmi virtual se Jawa Barat, di Jakarta, Minggu (25/7/2021).

Mahfud mengatakan, kekayaan dan jabatan pun saat ini tidak ada gunanya, jika ada yang terpapar COVID-19.

“COVID-19 musuh bersama, tidak ada partai politiknya, jadi partai politik apa pun ya musuhnya COVID-19, oleh sebab itu orang tua orang muda, ulama bukan ulama, profesor bukan profesor, pejabat bukan pejabat, musuhnya, COVID-19,” lanjut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Menkopolhukam juga mengajak seluruh elemen untuk ikut terlibat membangun ketenangan di tengah masyarakat, sehingga masyarakat bisa melewati kondisi pandemi ini tanpa penuh ketakutan atau kecemasan.

Advertisement

“Mari bangun ketenangan masyarakat, jangan ditakut-takuti, ini ada vaksinnya, ada obat dan caranya untuk menghadapi sehingga kita tenang oleh hal-hal semacam itu,” ucap Mahfud menambahkan.

Dikatakan, ketenangan merupakan salah satu upaya mencapai kesembuhan dan juga selamat dari pandemi COVID-19.

“Nah oleh sebab itu saya ingin menyampaikan dalil ilmu kedokteran yang disampaikan oleh Ibnu Sina, yang mengatakan kalau kamu ingin sembuh, yang tenang saja, kalau ingin selamat tenang saja jangan panik,” ucapnya.

Menurut dia, ketenangan, sabar, berdoa serta berusaha menjadi upaya terhindar serta mencapai kesembuhan dari penyakit COVID-19.
“Panik itu adalah separuh dari penyakit, tapi tenang itu adalah separuh dari obat. Kalau kita tenang itu sudah sembuh separuh, tinggal fisiknya sabar, berdoa, dan usaha. Sabar itu tentang tangguh, termasuk dalam mencari obat,” ujarnya sebagaimana dilansir antaranewa.com. ***

 

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement