Connect with us

Internasional

Hizbullah Gempur Israel dengan Roket dan Drone, Tanggapan Atas Pelanggaran Gencatan Senjata

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Hizbullah Lebanon dan Israel masih terus saling serang rudal  dan drone dengan masing-masing mengklaim pihak lawan melakukan pelanggaran gencatan sejata (Ist)

Hizbullah Lebanon dan Israel masih terus saling serang rudal dan drone dengan masing-masing mengklaim pihak lawan melakukan pelanggaran gencatan sejata (Ist)

FAKTUAL INDONESIA: Hizbullah Lebanon menggempur wilayah Israel Utara dengan serangan roket dan drone. Kelompok pejuang ini menggambarkan serangan itu sebagai tanggapan atas pelanggaran berulang yang dilakukan Israel terhadap gencatan senjata.

Ini merupakan serangan pertama Hizbullah dengan menargetkan posisi-posisi startegis militer Israel, Selasa.  Hizbullah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para pejuangnya menyerang posisi artileri Israel di pemukiman Kfar Giladi di Israel utara dengan rentetan roket dan sejumlah besar drone penyerang.

Disebutkan bahwa lokasi artileri tersebut merupakan sumber penembakan baru-baru ini yang menargetkan kota Yahmar al-Shaqif di Lebanon selatan.

Hizbullah mengatakan serangan itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap pelanggaran Israel yang terang-terangan dan terdokumentasi yang telah melebihi 200 pelanggaran sejak gencatan senjata mulai berlaku pada hari Jumat.

Menurut kelompok tersebut, pelanggaran tersebut termasuk serangan terhadap warga sipil dan penghancuran rumah serta desa-desa di Lebanon selatan.

Advertisement

Israel Balik Menuduh

Sebaliknya Israel menuduh balik Hizbullah yang melakukan pelanggaran gencatan senjata setelah mengklaim  Hizbullah menembakkan beberapa roket ke arah pasukannya yang eroperasi di Lebanon selatan.  Serangan itu menurut militer Israel langsung dibalas sehingga terjadi perang di udara.

Serangan ini digambarkan  militer Israel sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap perjanjian gencatan senjata. Sementara Israel terus menduduki sebagian wilayah Lebanon selatan meskipun ada gencatan senjata.

Menurut laporan anews, sebuah pernyataan militer menyebutkan bahwa roket-roket tersebut diluncurkan ke arah tentara Israel yang beroperasi di selatan wilayah yang disebut sebagai “Garis Pertahanan Depan” di daerah Rab al-Thalathine.

Pasukan Israel merespons dengan menyerang peluncur yang digunakan dalam serangan itu, tambah pernyataan tersebut.

Advertisement

Pihak militer juga mengatakan bahwa sirene di Israel utara, termasuk di daerah Kfar Yuval dan Ma’ayan Baruch, kemungkinan dipicu oleh pencegatan sebuah pesawat nirawak yang diluncurkan dari Lebanon sebelum melintasi perbatasan ke Israel.

“Peluncuran tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata,” kata pernyataan itu.

Pada hari Minggu, tentara Israel menerbitkan peta yang menggambarkan apa yang mereka sebut sebagai “garis pertahanan depan,” yang menunjukkan di mana pasukan mereka beroperasi di Lebanon selatan.

Sebelumnya, militer telah menyebutkan “Garis Kuning” di Lebanon, serupa dengan sebutan yang digunakan di Jalur Gaza.

Media Israel melaporkan bahwa apa yang disebut garis kuning adalah batas tidak resmi yang ditarik di selatan Sungai Litani, sejajar dengan Garis Biru di sepanjang perbatasan dan membentang antara 4 hingga 10 kilometer ke wilayah Lebanon.

Advertisement

Kuasai 55 Kota

Menurut laporan, jalur tersebut membentang dari Naqoura di barat hingga Khiam di timur laut, melewati kota-kota termasuk Shaqra, Aita al-Shaab, Bint Jbeil, dan Adaisseh.

Luas total wilayah antara apa yang disebut garis kuning dan biru tidak jelas, tetapi media Israel melaporkan bahwa pasukan Israel hadir di sekitar 55 kota dan desa di Lebanon selatan.

Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan pada hari Jumat bahwa Israel bermaksud untuk mempertahankan kendali atas semua wilayah yang telah didudukinya di Lebanon selatan selama serangan terbaru.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari di Lebanon pada hari Kamis setelah melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Advertisement

Menurut angka resmi, sejak 2 Maret, serangan Israel terhadap Lebanon telah menewaskan 2.294 orang, melukai 7.544 lainnya, dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi.

Hezbollah mengatakan pihaknya menyerang Israel utara sebagai tanggapan atas pelanggaran gencatan senjata. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement