Connect with us

Politik

Amien Rais Ingatkan Muhammadiyah Jangan Sering Keluar Masuk Istana

Diterbitkan

pada

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Amien Rais. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Amien Rais mengingatkan kepada organiasi Muhammadiyah jangan sering keluar masuk istana.

“Karena akan ada dampaknya,  karena pada kenyataannya pihak sana tidak bodoh.Setiap tamu disediakan ruang meet the press dan hampir semua standar mengatakan bukan hanya Muhammadiyah, pasti mengatakan terima kasih di tengah kesibukan presiden bisa menerima kami,” ujar Amien Rais dalam Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah bertema Internasionalisasi Gerakan Muhammadiyah di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Senin (30/5/2022).

Sedangkan di lain pihak, menurut Amien akan tersenyum dan tertawa geli. Karena mereka tidak perlu memakai juru bicara.

“Mohon tidak diulangi lagi bagi pimpinan pusat Muhammadiyah di masa mendatang,” katanya.

Pada seminar tersebut, Amien Rais juga mengatakan jika dalam bulan -bulan mendatang merupakan masa yang kritis bagi demokrasi kita, umat dan masa depan bangsa.

Advertisement

“Karena yang sedang menguasai negeri kita ini, saya yakin termasuk yang tidak begitu ramah dengan Islam,” katanya lagi.

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat itu juga mengkritik aturan presiential threshold 20 persen. Karena hanya menguntungkan bagi pihak yang memiliki uang.

“Ada dua madzab yakni yang 20 persen lantas akan memunculkan 6L, lagi-lagi lu lagi-lagi lu. Dan 0 persen, kalau ini akan lebih banyak lagi calon anak bangsa yang tampil. Kalau 20 persen sudah dikunci hanya mereka yang punya duit yang menang,” ujarnya.

Dalam penghitungan suara, Amien Rais juga mengusulkan KPU melibatkan partai-partai politik. Karena banyak kader partai yang ahli di bidang IT.

“Sehingga ini lebih adil dan fair. Cara mencoblos juga kalau bisa dibuat seperti negara maju tidak mencoblos tapi tinggal memencet tombol, kalau ini bisa dilakukan bisa menghemat Rp40 triliun,” pungkasnya. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement