Politik
Pilpres 2024: Kampanye Capres 01 Anies di Samarinda Disambut Teriakan “Tidak Mau Diteruskan”

Calon presiden (Capres) 01 Anies Baswedan menegaskan, berbagai kondisi yang terjadi saat ini, khususnya di Kalimantan Timur, membuat gagasan perubahan pada Pilpres 2024 menjadi sebuah keniscayaan
FAKTUAL INDONESIA: Kampanye calon presiden (Capres) nomor urut 01 Anies Baswedan di Samarinda, Kalimantan Timur, beberapa kali disambut teriakan “Tidak Mau Diteruskan”.
Meskipun demikian Anies masih meneruskan kampanyenya dengan mengatakan, pemilihan umum presiden (Pilpres) tahun 2024 bukan hanya sekadar memilih presiden baru.
Namun kata Anies melanjutkan, Pilpres 2024 untuk mengubah kebijakan yang memakmurkan rakyat.
“Supaya Indonesia adil makmur untuk semua,” kata Anies dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (11/1/2024).
Dalam pantuan media online antaranews.com melansir, Anies melanjutkan, Pilpres 2024 bukan sekadar ajang pergantian presiden, melainkan kontestasi 5 tahunan itu upaya untuk menyegarkan kembali langkah dan menentukan kebijakan kepada masyarakat.
Berbagai kondisi yang terjadi saat ini, khususnya di Kalimantan Timur, kata Anies, membuat gagasan perubahan pada Pilpres 2024 menjadi sebuah keniscayaan.
“Cari kerja makin susah. Betul atau tidak? Bagaimana kalau kita teruskan? Mau enggak itu diteruskan? Harga sembako naik terus. Bagaimana kalau kita teruskan?” tanya Anies ketika berkampanye di Samarinda, Kalimantan Timur.
Pernyataan Anies itu langsung disambut dengan teriakan simpatisannya, “Tidak mau diteruskan!”
Anies mengemukakan bahwa Kalimantan Timur mempunyai banyak kekayaan alam, tetapi rakyat Kaltim tak merasakan kekayaan tersebut.
“Samarinda, Kalimantan Timur, alamnya kaya, tetapi warganya tak kebagian apa-apa. Mau diteruskan? Perlunya apa? Perlu perubahan,” seru Anies disambut ribuan orang dengan kata perubahan. ***














