Connect with us

Politik

Jokowi Sampaikan Dukanya Enggak Ada ketika Ditanya Suka Duka menjadi Presiden oleh Wartawan Cilik

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana diwawancara oleh dua wartawan cilik, Ifa dan Rafif di Pasar Pucang Anom, Kota Surabaya. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana diwawancara oleh dua wartawan cilik, Ifa dan Rafif di Pasar Pucang Anom, Kota Surabaya. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

FAKTUAL-INDONESIA: Dua wartawan cilik menghampiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Iriana Joko Widodo saat berkunjung ke Pasar Pucang Anom, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Kedua wartawan cilik itu  Khalifa Fatimah (Ifa) dan Rafif Ahmad (Rafif) mengajukan pertanyaan usai Presiden Jokowi dan Ibu Iriana   menyapa para pedagang sekaligus menyerahkan bantuan langsung kepada para penerima manfaat.

Ifa dan Rafif  yang merupakan pelajar kelas 5 SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, dalam kesempatan itu mendapatkan kesempatan untuk bertanya langsung kepada Presiden dan Ibu Iriana.

Ifa yang bercita-cita sebagai game developer mengajukan pertanyaan kepada Presiden Jokowi bagaimana suka dan duka menjadi Presiden Republik Indonesia.

“Ya senangnya, sukanya, pas ketemu masyarakat, pas ketemu rakyat, rakyatnya senang kemudian Presiden dan ibu juga senang. Kalau dukanya enggak ada,” ujar Presiden Jokowi.

Advertisement

Ifa pun kemudian bertanya kepada Presiden Jokowi bagaimana cara menjadi Presiden.

“Belajar yang giat, belajar yang giat,” jawab Presiden Jokowi

Sedangkan Rafif yang bercita-cita sebagai penulis bertanya apa pesan Presiden untuk memotivasi para siswa siswi di Indonesia.

“Belajar terus yang semangat dan jangan lupa berdoa, berolahraga,” ungkap Presiden.

Ifa dan Rafif pun mengaku senang dan bangga menjadi wartawan cilik yang mendapatkan kesempatan untuk bertanya langsung kepada Presiden dan Ibu Iriana.

Advertisement

“Senang banget,” tandasnya.

Bagikan Bansos

Mengawali rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Jawa Timur, Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Iriana Joko Widodo mengunjungi Pasar Pucang Anom, Kota Surabaya, pada Minggu, 21 Agustus 2022. Di sana, Presiden dan Ibu Iriana menyapa para pedagang sekaligus menyerahkan bantuan langsung kepada para penerima manfaat.

Setibanya di Pasar Pucang Anom, Presiden dan Ibu Iriana disambut oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta istri dan Kepala Pasar Pucang Anom Retno Hastuti. Keduanya kemudian menyapa dan mengunjungi para pedagang di kios dagangan mereka masing-masing. Turut hadir mendampingi kunjungan Presiden dan Ibu Iriana di Pasar Pucang Anom Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden dan Ibu Iriana juga memberikan bantuan sosial secara langsung kepada para penerima manfaat. Salah satu pedagang di Pasar Pucang Anom yang bernama Chotilah menyampaikan apresiasi kepada Kepala Negara atas bantuan tersebut. Ia mengatakan akan menggunakan bantuan tersebut untuk tambahan modal usahanya berjualan sate kelapa.

Advertisement

“Insyaallah buat modal, tambah modal. Terima kasih yang sebanyak-banyaknya, semoga Pak Jokowi rezekinya tambah lancar dan karirnya tambah sukses,” ujar Chotilah.

Senada, Sutiyati, yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit juga mengaku sangat terbantu dengan bantuan pemerintah yang diberikan pemerintah selama ini.

“Ya kita terima kasih atas bantuannya selama ini sangat membantu,” ucap Sutiyati.

Ia pun mengaku akan menggunakan bantuan tersebut untuk tambahan modal usaha jahitnya sesuai dengan pesan yang disampaikan Presiden dan Ibu Iriana.

“Tidak boleh beli HP sama baju baru, buat tambahan modal usaha. Ya buat tambahan usaha jahitnya,” ungkap Sutiyati.

Advertisement

Sebelumnya, Presiden, Ibu Iriana, beserta rombongan terbatas bertolak menuju Provinsi Jawa Timur sekitar pukul 12.00 WIB melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 .

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Provinsi Jawa Timur adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsdya TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement