Connect with us

Olahraga

Final Grand Slam Wimbledon 2025 Sinner Kontra Alcaraz: Pelatih Kondang Tenis Nasional Deddy Prasetyo Sebut Sulit Tebak Pemenangnya, Kekuatan Imbang

Diterbitkan

pada

Final Grand Slam Wimbledon 2025 Sinner Kontra Alcaraz: Pelatih Kondang Tenis Nasional Deddy Prasetyo Sebut Sulit Tebak Pemenangnya, Kekuatan Imbang

Deddy Prasetyo. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Final ideal Grand Slam lapangan rumput Wilmbledon 2025 mempertemukan unggulan utama Jannik Sinner (Italia) kontra unggulan kedua Carlos Alcaraz (Spanyol), Minggu (13/7/2025), di Kompleks Tenis Wimbledon, Inggris.

“Agak berat bisa memprediksi siapa yang bakal menang di final kali ini. Peluang sama kuat 50:50,” kata pelatih yang telah cukup banyak melahirkan bintang tenis nasional, Deddy Prasetyo, ketika diminta komentar bentrok Sinner kontra Alcaraz.

Baca Juga : Pelatih Deddy Prasetyo Turunkan & Tularkan “Ilmu Kepelatihan” Cetak Bintang Tenis Indonesia di Pekalongan

Menurut Deddy, baik Sinner atau Alcaraz masing-masing memiliki kekuatan yang jadi andalan untuk merebut poin.

Sinner punya pukulan efisien, keras dan terarah. Sedangkan Alcaraz dikenal punya daya juang pantang menyerah atau ulet dan variasi pukulan lebih komplet.

“Keunggulan itu menjadikan keduanya sangat berimbang jika bertemu di pertandingan, terlebih di final Wimbledon ini,” ucap Deddy. “Partai final akan berlangsung menarik dan mungkin tidak akan berakhir cepat,” imbuhnya.

Advertisement

Ketika didesak siapa yang akan menang? Deddy menuturkan sangat sulit untuk menebaknya. “Hemat saya siapa yang mampu menekan di awal pertandingan, dia memiliki peluang lebih besar untuk meraih kemenangan,” kata Deddy. “Mati kita saksikan suguhan laga kelas dunia ini, pastinya masing-masing akan mempertontonkan pukulan-pukulan kejutan yang bisa membuat penonton berdecak kagum,” jelasnya.

Baca Juga : Pelatih Tenis Nasional Deddy Prasetyo Turunkan “Ilmu Kepelatihan” di Solo Tennis Coaches Workshop 2025

Dari segi psikologis, sedikit Alcaraz di atas Sinner. Ini karena dia menang di final Grand Slam tanah liat Rolland Garros.

Namun, lanjut Deddy, ini jenis lapangannya berbeda dengan Roland Garros. Wimbledon lapangannya adalah lapangan rumput dan cara main Sinner sedikit lebih tajam di jenis lapangan ini.****

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement