Olahraga
Jannik Sinner Catat Sejarah sebagai Orang Italia Pertama Juara Wimbledon

Jannik Sinner, petenis nomor satu dunia dari Italia meraih trofi tunggal putra Wimblon setelah di final mengalahkan juara bertahan Carlos Alcaraz asal Spanyol.
FAKTUAL INDONESIA: Jannik Sinner mencatat sejarah menjadi orang Italia pertama yang menjuarai turnamen tenis grand slam lapangan rumput Wimbledon, Minggu (13/7/2025) waktu London atau Senin dini hari WIB.
Sinner menorehkan sukses bersejarah itu setelah pada final tu ggal putra berhasil menaklukkan musuh besarnya yang juara bertahan dua kali Carlos Alcaraz dari Spanyol 4 – 6, 6 – 4, 6 – 4, 6 – 4.
Baca Juga : Rotterdam Open 2023 – Gagalkan Mimpi Sinner di Final, Medvedev Petik Gelar ke-16 Sepanjang Karier
Ini menjadi pembalasan yang berarti bagi Sinner atas kekalahannya dari Alcaraz pada final grand slam Prancis Terbuka, 35 hari lalu. Lebih berarti lagi kemenangan ini menjadi pembuka kebuntuan Sinner yang sebelumnya tidak pernah menang dalam lima pertemuan dengan Alcaraz.
Kini petenis nomor satu dunia itu sudah mengoleksi empat gelar grand slam.
“Kedengarannya luar biasa, saya harap karier saya akan sedikit lebih panjang dan setelahnya saya bisa kembali ke sini. Sungguh luar biasa berada di posisi ini,” kata Sinner saat upacara penghormatan pemenang di lapangan.
Dia mengemukakan, sebelum pertandingan diai tidak pernah menyangka akan berada di posisi ini ketika masih muda.
‘Ini hanyalah mimpi, mimpi dari mimpi karena begitu jauh dari tempat asal saya. Saya hanya menjalani mimpi saya.”
Baca Juga : Final Grand Slam Wimbledon 2025 Sinner Kontra Alcaraz: Pelatih Kondang Tenis Nasional Deddy Prasetyo Sebut Sulit Tebak Pemenangnya, Kekuatan Imbang
Ia berterima kasih kepada timnya dan semua orang yang datang mendukungnya. “Mereka terus mendorong saya untuk menjadi pemain tenis yang lebih baik, tetapi juga menjadi pribadi yang lebih baik. Terima kasih.”
Kepada Alcaraz, Sinner mengatakan, sangat sulit melawan dia.
“Teruslah berjuang, teruslah berjuang, kamu akan meraih [trofi] ini berkali-kali, kamu sudah punya dua!” ***














