Olahraga
Terpilih Aklamasi Pimpin Pengkot Gabsi Jakpus, Didi Andries Fokus Kembangkan dan Tingkatkan Prestasi Bridge Jatung Jakarta

Didi Andries (baju merah bata) terpilih secara aklamasi memimpin Pengkot Gabsi Jakarta Pusat 2026 – 2030 dalam Muskotlub di Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026). (Ist)
FAKTUAL INDONESIA: Didi Andries, pemilik Mampang Bridge Community (MBC), komunitas Bridge pertama di Indonesia, mendapat kepercayaan memimpin Pengurus Kota Gabungan Bridge Seluruh Indonesia Jakarta Pusat (Pengkot Gabsi Jakpus) masa bakti tahun 2026 – 2030, Selasa (21/4/2026).
Pengusaha yang cinta dan pemain bridge, terpilih menjadi Ketua Pengkot Gabsi Jakpus terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) Gabsi Jakpus di Gedung Bridge Bulungan Center Jalan Kyai Maja No,1-3, Jakarta Selatan (Jaksel).
Muskotlub diantaranya dihadiri oleh Taufik Asbi, Ketua Presedium Sidang, Sulistianto, Waketum Pengurus Provinsi (Pengprov) Gabsi DKI Jakarta, Nella Lahadimu (mewakili Klub Bridge Pertamina), Fakhri (Klub Bridge Telkom), Noldy Ngantung (Klub Preservasi) dan M Faiz (Mampang Bridge Community).
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin bridge Jakarta Pusat. Tentu saya sudah memiliki program yang akan dijalankan empat tahun ke depan. Hal ini akan saya rumuskan bersama dengan kepengurusan yang terbentuk nanti,” ujar Didi setelah resmi terpilih.
Menurut Didi, dia bersedia mengemban tugas memimpin Pengkot Jakpus karena tahu peran vital Pengkot sebagai ujung tombak pembinaan bridge. “Walaupun program PB (Pengurus Besar) Gabsi cukup baik tapi tidak akan bisa berjalan maksimal n kalau Pengkot-Pengkot atau Pengkab (Pengurus Kabupaten) tidak bergerak,” tegas Didi yang masih hangat menikmati sukses menjuarai ajang BTC Cup III bersama Mampang Bridge Community di Malang, Jawa Timur,
Sebagai pecinta bridge yang pernah menjadi Ketua Harian Pengurus Besar (PB) Gabsi, Didi pada intinya ingin bridge semakin berkembang bukan saja di Jakpus, Daerah Khusus Ibukota Jakarta namun juga di Tanah Air. Peran ini ada di Pengkot sebagai pondasi terbawah dalam organisasi pembinaan organisasi cabang olahraga.
“Pengkot atau Pengkab itu kan yang paling bawah dalam tatatan organisasi cabor termasuk bridge yang menaungi langsung klub dan pemain-pemain. Karena itu dalam pengembangan bridge ini Pengkot punya andil besar, peran ada di Pengkot,” kata Didi yang pemilik Mampang Bridge Community (MBC) itu.
Mengingat peran sentral Pengkot itu maka Didi akan menggerakkan bridge di berbagai instritusi yang ada di Jakpus. Mulai dari sekolah, kampus, perusahaan swasta dan kantor pemerintahan.
“Aktivitas di berbagai institusi ini masih kurang ya di Jakpus. Memang masih banyak yang harus dilakukan karena ini berkaitan dengan masalah dana dan kepentingan. Namun ini harus dilakukan sehingga bridge makin disukai sehingga makin berkembang dan juga untuk regenerasi pemain,” ucapnya.
Didi juga berusaha untuk meningkatkan prestasi bridge Jakpus yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Banyak pemain-pemain Jakpus yang mendapat kepercayaan memperkuat Jakarta maupun Indonesia.
“Pemain-pemain di Jakpus itu bagus-bagus. Justru yang harus disiapkan sekarang regenerasinya sehingga Jakpus bisa terus menjadi anadalan bridge Jakarta dan Indonesia,” tuturnya.
Dalam wawancara melalui telepon genggam, Didi sempat menyinggung tentang suksesnya menjuarai BTC Cup III, sebuah turnamen bergengsi di Malang karena juga diikuti peserta dari luar negeri. Selain terkesan dengan sukses meraih juara, Didi juga terkesan tentang kemampuan Malang menggelar turnamen tersebut. Setidaknya ini bisa menjadi pemacu Didi sebagai Ketua Pengkot Gabsi untuk menggelar turnamen sekelas itu di Jakpus.
Sebagai seorang pengusaha tentu Didi akan menjalankan organisasi lebih dinamis secara bisnis, dengan membuat produk, memasarkannya, dan mencari manfaat dari produk tersebut.
Hadirnya sebuah turnamen juga bisa menjadi pemicu pengembangan dan prestasi bridge khususnya dan bisa menggelorakan ekonomi sekitarnya terutama dalam sektor wisata karena ke depan kehadiran sport tourism akan semakin nyata dan dibutuhkan. ***














