Olahraga
Kenangan 2016 Bersama Dubes Peter F Gontha di Polandia

Rupanya walaupun tidak main bridge tapi Dubes Peter Gontha mengerti juga tentang olahraga permainan otak ini.
Oleh : Bert Toar Polii
FAKTUAL INDONESIA: Setelah melakukan perjalanan panjang kurang lebih 26 jam dari Jakarta ke Wroclaw, akhirnya tadi malam sekitar pukul 9 malam waktu Wroclaw atau pukul 02 pagi di Jakarta. Karena ada perbedaan waktu 5 jam kami langsung tidur.
Hartono Sekjen PB Gabsi ternyata menjemput kami di stasiun KA tapi berselisih jalan karena miskomunikasi.
Perjalanan kami dengan Qatar Airways diawali pukul 00.20 tanggal 10 September, mampir di Doha dan tiba di Warsawa pukul 13.15 semuanya tepat waktu.
Baca Juga : Hadiah HUT Gabsi, Susah dan Senangnya Menerbitkan Modern Bridge Conventions
Kami dijemput oleh Jojo atau Jorrie Andrean, Sekretaris III Kedubes. Staff Kedubes biasanya mendapat perlakuan khusus sehingga mereka bisa masuk kedalam bandara sampai di tempat pengambilan bagasi. Waktu bertemu saya langsung minta maaf karena ketemu cewek cantik dan munggil yang selama ini melalui WA dan email saya selalu menyapanya dengan pak.
Jojo sih santai aja, sudah biasa pak sambil mengumbar senyumnya yang manis.
Kami kemudian diantar menemui Dubes Peter Gontha di Wisma Indonesia yang kebetulan juga ketika tahun 2008 saya sudah ke sana. Pada waktu itu Dubesnya masih Bapak Haz Pohan yang juga begitu ramah menerima kami.
Baca Juga : Tahun 2026, PB Gabsi Menghadapi Dua Kejuaraan Dunia, Asia Bridge Cup & SEABF Championship
Bapak Peter Gontha ternyata orangnya sederhana tidak banyak aturan sehingga pertemuan berlangsung cair.
Dua atlet kita ditanyai berbagai hal menyangkut mengapa mereka memilih bridge, sekolahnya dan ia mersa senang sekali mendengar mereka sudah menekuni bridge sejak kelas 1 SMP dan berkat olahaga bridge mereka bisa kuliah di Universitas PLN.
Kedua atlet yang sudah semester 7 ini diundang kalau mau melanjutkan studinya silahkan pilih Polandia karena selain biaya kuliahnya murah juga perguruan tinggi disini mutunya sangat baik. Menurut Peter Gontha biaya kuliah disini bisa 1/6 dari biaya kuliah di Amerika Serikat atau kalau di Amerika sekitar 20.000 US$ per semester maka disini paling sekitar 3.000-4.000 US$.
Baca Juga : Menyongsong Kejuaraan Dunia Bridge Tahun 2026, Ayo Gabsi Bersiap
Rupanya walaupun tidak main bridge tapi dia mengerti juga tentang permainan otak ini. Ia banyak mengenal pemain bridge mulai dari Alm. Eus Gontha dan keluaraga, Alm. Alex Fransz dan para pemain mantan City Bank seperti Bram Najoan, Markus Parmadi dan Roy E Tirtadji yang kemarin dihubungi via telepon untuk sekalian menyapa kami.
Masih banyak hal yang dia sampaikan dan pesannya kepada para atlet berlatihlah terus dengan tekun dan bercita-citalah untuk menjadi juara dunia. Iapun meminta stafnya untuk mengirimkan berita ini ke beberapa media di Indonesia.
Selanjutnya kami diantar ke stasiun KA dan tepat pukul 16.16 kami berangkat ke Wroclaw. Tiba sesuai jadwal pukul 20.12. ***














