Olahraga
Menyongsong Kejuaraan Dunia Bridge Tahun 2026, Ayo Gabsi Bersiap

World Bridge Federation sudah mengumukan jadwal Kejuaraan Dunia Bridge tahun 2026.
Oleh : Bert Toar Polii
FAKTUAL INDONESIA: Belum lama ini World Bridge Federation mengumukan jadwal Kejuaraan Dunia Bridge tahun 2026.
Sesuai yang telah ditetapkan, pada tahun genap non olimpiade akan ada dua Kejuaraan Dunia Bridge yang digelar oleh World Bridge Federation.
Pertama adalah World Bridge Series yang mempertandingkan :
- Piala Rosenblum untuk Open Team
- Piala McConell untuk tim wanita
- Piala Rand untuk tim senior
- Tim campuran
- Pasangan putra
- Pasangan putri
Baca Juga : Ada Penemuan yang Menarik, Belajar dari China Memajukan Bridge
Keenam nomor diatas sifatnya adalah transnational atau peserta yang ikut boleh gabungan beberapa Negara.
Event ini akan digelar pada tanggal 20 Agustus – 30 September di Katowice, Polandia.
Kedua adalah Kejuaraan Dunia Junior Transnational yang mempertandingkan:
- Open U31
- Open U26
- Girls U26
- Open U21
Baca Juga : Buku Bridge Modern Bridge Convention Telah Terbit
Event ini akan digelar pada tanggal 2-8 Agustus di Hefei, China
Ini kesempatan baik buat junior kita merasakan atmosfer Kejuaraan dunia karena diselenggarakan di Asia sehingga biaya keikutsertaan tidak semahal jika di gelar di Eropa dan Amerika.
Selain itu tidak ada kuota yang membatasi keikutsertaan peserta. Semoga tim junior kita ada yang berminat sehingga bisa segera melakukan persiapan.
Indonesia punya sejarah cukup baik di Rosenblum Cup, turnamen bridge beregu dunia, pernah menjadi runner-up di tahun 2002 setelah kalah dari Italia di final.
Inilah sekilas cerita akhir dari perjuangan tim open Indonesia di Montreal, Kanada : Indonesia kalah dari Italia di final Piala Rosenblum
Imanuddin , The Jakarta Post, Jakarta
Baca Juga : Indonesia Cukup Berprestasi di sini, 5th Asia Bridge Cup di Goa, India 21-27 Juni 2026
Setelah mencetak skor luar biasa dalam perjalanannya menuju final, tim Indonesia harus mengakui keunggulan Tim Lavazza dari Italia di pertandingan terakhir turnamen bridge Piala Rosenblum di Montreal, Kanada, pada Rabu malam (Kamis pagi di Indonesia).
Tim Indonesia yang terdiri dari pasangan Henky Lasut dan Eddy Manoppo, Denny Sacul dan Franky Karwur, serta Robert Tobing dan Taufik G. Asbi, kalah dengan skor 27-41, 21-36, dan 13-47 dari pemenang Olimpiade Bridge Tim Dunia 2000 dan juara lima Kejuaraan Bridge Eropa terakhir dalam pertandingan final.
Pasangan Italia itu adalah Noberto Bocchi dan Giorgio Duboin, Lorenzo Lauria dan Alfredo Versace, serta Maria Teresa Lavazza dan Guido Ferraro.
“Kekalahan tim Indonesia di pertandingan final merupakan antiklimaks dari penampilan gemilang para pemain di babak-babak sebelumnya. Hal ini mengingatkan kita pada Olimpiade Beregu Dunia 1996 di Rhodes Island, Yunani, ketika Indonesia kalah di pertandingan final melawan Prancis setelah tampil baik di babak-babak sebelumnya,” kata pengamat Bridge, Bert Toar Polii, kepada The Jakarta Post pada hari Kamis.
Baca Juga : Sekilas Tentang Sejarah Gabsi dan Hari Bridge Nasional
Sementara itu, Tim Burgay dari Polandia, yang kalah dari Indonesia di semifinal, akhirnya meraih medali perunggu setelah mengalahkan Tim Freddin dari Swedia. Pasangan Polandia yang meraih kemenangan adalah Cezary Balicki dan Adam Zmudzinsky, Michael Kwiecien dan Jacek Pszezola, serta Leonardo Burgay dan Carlo Mariani.
Namun, pasangan Indonesia belum kembali ke tanah air karena mereka dijadwalkan bermain di pertandingan final Olimpiade Pasangan Dunia, juga di Montreal.
“Posisi mereka sebagai finalis grup di pertandingan final Piala Rosenblum secara otomatis memberikan ketiga pasangan tersebut tempat di babak final Olimpiade Pasangan Dunia,” kata Polii.
“Mereka tidak perlu melalui pertandingan babak penyisihan dan semifinal seperti yang lain.”
Tim nasional Indonesia dijadwalkan pulang kampung pada tanggal 3 September 2002. ***













