News
Hadiah HUT Gabsi, Susah dan Senangnya Menerbitkan Modern Bridge Conventions

Penulis dengan karyanya, Buku Modern Bridge Coventions, yang diterbitkan sebagai hadiah ulang tahun Gabsi yang ke-72 pada tanggal 12 Desember 2026.
Oleh : Bert Toar Polii
FAKTUAL INDONESIA: Seperti yang sudah diberitakan di berbagai media online, ada belasan media online yang mempublikasikan, tukang bridge berhasil merampungkan buku bridge pertamanya.
Buku dengan judul Modern Bridge Conventions diterbitkan sebagai hadiah ulang tahun Gabsi yang ke-72 pada tanggal 12 Desember 2026.
Sekedar untuk di ketahui, Gabsi lahir tanggal 12 Desember 1953 sama dengan tahun kelahiran tukang bridge. Tukang bridge lebih tua sedikit karena lahir di akhir bulan Agustus.
Baca Juga : Tahun 2026, PB Gabsi Menghadapi Dua Kejuaraan Dunia, Asia Bridge Cup & SEABF Championship
Sebenarnya rencana menerbitkan buku ini sebagai hadiah ulang tahun Gabsi sudah lama ada dalam rencana, yaitu sejak tahun 1923 atau saat ulang tahun Gabsi ke-70.
Namun karena sadar kelemahan penulis, tentu saja perlu dicari mitra kerja yang bisa membantu mengatasi kelemahan penulis dalam banyak hal. Pertama soal ketelitian, sehingga perlu editor yang mumpuni. Kemudian soal design dan layout buku.
Awal rencana akan bekerjasama dengan Parpar Priatna seorang penggemar bridge pencipta lagu Mars Bridge. Namun karena kesibukan beliau sebagai pengajar sehingga akhirnya gagal.
Baca Juga : Menyongsong Kejuaraan Dunia Bridge Tahun 2026, Ayo Gabsi Bersiap
Beruntung di tahun 2024 saya diajak oleh Bambang Prijambodo seorang penggemar olahraga bridge sekaligus juga dosen di Universitas Surabaya untuk menerbitkan buku ajar tentang bridge yang akan dibagikan secara online gratis.
Selain sebagai penulis, tukang bridge juga diminta untuk membantu mencarikan sponsor yang bersedia mendukung projek ini.
Projek pertama berhasil dengan terbitnya : Serial Belajar Bridge modul Mini Bridge.
Berawal dari sini munculah ide untuk kembali menerbitkan Buku Modern Bridge Conventions. Gayung bersambut, Bambang Prijambodo bersedia dan mengajak dua mahasiswa Ubaya untuk membantu, yaitu Vincent Jonathan Candra dan Muhammad Akmal Wildan.
Sekitar akhir Maret 2025 kami mulai mengerjakan buku ini, jadi prosesnya sekitar 9 bulan. Diakhir periode ini Robert Suseno sahabat karib yang sudah bekerjasama di PB Gabsi selama puluhan tahun membantu mengedit naskah akhir buku ini.
Baca Juga : Sekilas Tentang Sejarah GABSI dan Hari Bridge Nasional
Sampai disini soal buku sudah beres. Sekarang persoalan penerbitan termasuk percetakan yang awalnya mendapat informasi bahwa ini akan rumit serta cukup mahal. Dengan demikian tentu saja butuh bantuan untuk mengatasi ini dan juga mencari cara untuk mendapatkan dana pencetakan buku ini.
Beruntung disini teringat akan mantan Ketum PB Gabsi, manusia yang gelarnya sudah berderet, Dr. Ekawahyu Kasih, SE.,MM., SH.,MH.,SPd.,MPd. Sebagai ilmuwan, ia telah menerbitkan ratusan buku tentu saja sangat tahu dengan hal percetakan dan penerbitan buku. Tukang bridge cukup mengenal beliau karena kami sekamar saat tim Asian Games 2018 try-out ke Amerika.
Ternyata tepat karena ia sanggup membantu sepenuhnya termasuk mengurus soal penerbit, percetakan dan ISBN, saya cukup menyiapkan bukunya dan membayar ongkos cetak.
Selanjutnya meminta testimony dari para rekan pemain bridge baik dari luar maupun dalam negeri. Ini berjalan cukup lancer.
Ide selanjutnya karena ini hadiah ulang tahun Gabsi ke-72, tukang bridge ingin ada sambutan dari Ketum PB Gabsi yang masih hidup serta tokoh bridge senior yang selama ini mendukung penuh olahraga bridge Indonesia Michael Bambang Hartono sebagai Presiden South East Asia Bridge Federation.
Baca Juga : Ketika PB Gabsi sedang Auto Pilot, Datang Ide Bagus Jatim Adakan Pelatihan Pemimpin Pertandingan
Pak Bambang panggilan akrabnya tidak sulit karena kami masih terus berhubungan terutama melalui email dan ia juga bersedia ikut membantu sebagai sponsor.
Mantan Ketum PB Gabsi Ibu Miranda Gultom dan Eka Wahyu Kasih tidak terlalu sulit karena kami masih sering komunikasi.
Pak Wiranto sudah lama tidak berhubungan. Tapi atas saran Pak Soedradjat mantan Pengurus Gabsi di saat Pak Wiranto menjadi Ketua agar tukang bridge menulis surat langsung.
Ternyata masih mengingat tukang bridge yang ketika Pak Wiranto Ketua Umum bekerja di secretariat PB Gabsi sekaligus sebagai Wakil Sekjen.
Hal yang sama juga terjadi untuk mantan Ketum PB Gabsi Dahlan Iskan karena sudah tidak pernah berhubungan lagi. Selanjutnya atas bantuan Bambang Priambodo saya mendapat nomor WA beliau. Selanjutnya saya WA beliau meminta kesediaanya untuk memberikan sambutan dengan melampirkan foto saat bersama tahun 2011 saat menerima tim putri Indonesia yang keluar sebagai juara kedua Venice Cup di Veldhoven Belanda,
Baca Juga : Profil Gabsi atau Gabungan Bridge Seluruh Indonesia, Sudah Punya Prestasi Dunia
Sebagai sesame jurnalis ia langsung membalas dengan memberikan kata sambutan yang membuat saya sangat terkesan terutama sebagai tou kawanua.
Selanjutnya mengenai dukungan ternyata banyak juga yang bersedia mendukung terutama bersedia membeli buku sebelum terbit seperti yang tercantum di cover belakang buku,
Senangnya karena buku ini diterima oleh penggemar bridge. Edisi awal dicetak 500 ekslempar sekarang tersisa sekitar 80 buku.
Kesenangan lain, tukang bridge kutip dari sambutan Dahlan Iskan : Buku ini sekaligus menjadi karya monumental dari seorang legenda bridge Indonesia. Buku adalah peninggalan yang abadi. Sampai pun bergenerasi-generasi.
Sempurnalah jejak Bert Toar Polii di dunia bridge. ***














