Connect with us

News

Raih Perak, Lifter Eko Yuli Gagal Penuhi Misi Tebus Emas di Tokyo

Diterbitkan

pada

Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan harus puas kembali meraih medali perak. (ist)

FAKTUALid – Lifter putra andalan Eko Yuli Irawan gagal menjalani misi pamungkas menebus medali emas Olimpiade saat tampil pada cabang angkat besi kelas 61 kg di Hall Tokyo International Forum Tokyo, Jepang, Minggu (25/7/2021).

Raihan emas Olimpiade di Tokyo menjadi misi penting Eko demi melengkapi koleksi medali setelah pada tiga edisi sebelumnya meraih medali perunggu kelas 56kg (Beijing 2008) dan kelas 62kg (London 2012), serta medali perak 62kg di Rio de Janeiro 2016. Namun sayang, dia kembali gagal dan lagi-lagi harus puas mendapatkan medali perak.

Di penampilan keempatnya, Eko kembali mempersembahkan medali perak dengan total angkatan 302kg. Dengan medali perak itu, Eko Yuli bukan hanya menyamai prestasi yang diraih pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Tetapi, Eko Yuli juga mencatat sejarah satu-satunya atlet Indonesia yang meraih medali pada empat penampilan beruntun di Olimpiade. Sebelumnya, dia meraih medali perunggu di Olimpiade 2008 Beijing, dan Olimpiade 2012 London.

Bertanding di Tokyo International Forum Hall, Jepang, Minggu (26/7/2021), Eko Yuli Irawan yang berada di puncak starting list melakukan angkatan pertama untuk Snatch 137kg.

Pada angkatan kedua, Eko mencoba menaikkan beban menjadi 141kg. Namun, dia gagal melakukannya. Begitu juga pada angkatan ketiga dengan beban yang sama. Angkatan Snatch Eko ini terpaut 4kg dari rival terberatnya, Li Fabin dari China.

Advertisement

Padahal, Li Fabin sempat gagal pada angkatan pertama dengan beban 137kg. Namun, dia baru berhasil mengulanginya pada angkata kedua. Dan, dia juga sukses melakukan angkatan ketiga ketika menambah beban seberat 4kg menjadi 141kg.

Di angkatan Clean and Jerk, Eko sukses melakukan angkatan pertama dengan beban 165kg. Dan, Eko mencoba membuka peluang meraih emas dengan menaikkan beban menjadi 177kg setelah Li Fabin sukses melakukan angkatan 172kg. Hanya saja, angkatan kedua ini gagal. Begitu juga pada angkatan ketiga dengan beban yang sama.

Dengan hasil itu, Li Fabin merebut medali emas dengan meraih total angkatan 313 kg. Sedangkan medali perunggu direbut lifter Kazahkstan, Igor Son dengan total angkatan 294 kg.

Ini merupakan medali kedua yang disumbangkan cabang olahraga angkat besi bagi Kontingen Indonesia. Sebelumnya, Windy Cantika Aisah membuat kejutan. Gadis berusia 19 tahun merebut medali perunggu pada penampilan perdananya.

Lifter China, Hou Zhihui, mendapatkan emas dengan total angkatan 210 kg. Medali Perak direbut oleh wakil India, Chanu Saikhom Mirabai dengan total angkatan 202 kg.****

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement