Nusantara
Sri Sultan Pastikan PTM di Jogja Tetap Berjalan

PTM 100 persen. (Foto: Ilustrasi)
YOGYAKARTA: Pembelajaran Tatap Muka (PTM), termasuk perkuliahan tatap muka di Jogja, dipastikan tidak akan mandek meski sejumlah daerah mulai terpapar virus Covid-19 varian baru Omicron.
Kepastian itu disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan HB X, di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin sore (24/1/2022).
“Memang ada prediksi puncak persebaran Omicron antara Februari-Maret 2022. Namun PTM tetap jalan saja. Hanya yang perlu dicatat, sekolah maupun kampus pelaksana PTM harus lebih ketat dalam menerapkan prokes,” ujar Sri Sultan.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memprediksi, puncak persebaran varian Omicron bakal berlangsung 4 hingga 8 pekan ke depan. Itu berarti antara Februari sampai Maret 2022. Prediksi itu disampaikan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban.
Sri Sultan menegaskan, PTM 100 persen di Jogja tetap bisa dijalankan sepanjang prokesnya diterapkan secara ketat. “Sekolah 100 persen dan aktivitas kampus jalan, tidak masalah. Kuncinya ada di prokes, dan jaga jarak,” tegasnya.
Menurut Sri Sultan, yang perlu diingat juga adalag, para pengelola lembaga pendidikan baik menengah maupun tinggi, harus selalu mempertimbangkan kuota masing-masing ruangan serta tetap jaga jarak.
“Semisal aula yang dimiliki tidak cukup menampumg seluruh mahasiswa, jangan dipaksa masuk semua. Kalau 1.000 jadi satu tetapi tidak ada jarak satu meter, itu berpotensi terjadi penularan,” ujarnya.
Sultan menilai, masih ada persoalan terkait dengan kelas 100 persen bagi siswa. Dicontohkan, bila suatu kelas berjumlah 40 pelajar dan pembelajaran tatap muka diterapkan 100 persen, akan sulit menjaga jarak. Oleh sebab itu, sebaiknya pembelajaran dibagi menjadi dua pertemuan. Dengan demikian setiap pertemuan kuotanya hanya 50 persen.***














