Connect with us

Nasional

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 400 Meter

Diterbitkan

pada

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Rabu (26/8/2026). Aktivitas vulkanik masih berlangsung setelah peningkatan erupsi terpantau sejak beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data Magma ESDM, hingga pukul 15.24 WIB tercatat delapan kali erupsi sejak pagi. Erupsi terakhir pada pukul 15.24 WIB menghasilkan kolom abu vulkanik yang mencapai sekitar 400 meter di atas puncak, atau sekitar 557 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai terpantau sejak Senin (17/8/2026). Aktivitas tersebut kemudian meningkat pada Senin (24/8/2026) hingga Selasa (25/8/2026). Dalam periode tersebut, sedikitnya 10 kali letusan tercatat dengan ketinggian kolom abu antara 200 hingga 400 meter.

Hingga Rabu (26/8/2026), aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau belum menunjukkan tanda-tanda menurun. Arah angin membawa abu vulkanik cenderung ke barat daya dan barat laut.

Abu yang bergerak ke arah barat daya kemudian berdampak pada warga di Pulau Sebesi. Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, warga memilih menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan gangguan seperti iritasi mata dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Advertisement

Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Suwarno, mengatakan aktivitas gunung masih menjadi perhatian karena dalam sehari terjadi beberapa kali letusan dengan kolom abu yang terlihat cukup jelas.

“Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi. Masyarakat maupun nelayan diminta tetap memperhatikan perkembangan aktivitas gunung dan mengikuti informasi resmi dari petugas,” kata Suwarno, Rabu (26/8/2026).

Berstatus Siaga

Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawasan gunung api.

Petugas merekomendasikan masyarakat, nelayan, dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Pembatasan ini diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya erupsi maupun lontaran material vulkanik.

Advertisement

Status Siaga juga menjadi dasar bagi pemerintah dan petugas untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Suwarno kembali mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas vulkanik.

“Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus siaga, kami minta semua masyarakat tetap waspada,” ujarnya.

Dengan erupsi yang masih berlangsung, nelayan dan wisatawan kembali diimbau mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan serta tidak mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement