Connect with us

Nusantara

Omicron Menyebar, Bupati Kudus Tak Mau Kecolongan Lagi

Diterbitkan

pada

 

Hartopo kunjungi RSUD. (Foto: jatengprov.go.id)

FAKTUAL-INDONESIA: Sehubungan dengan persebaran virus Covid-19 varian baru Omicron di Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, sejak awal telah pasang kuda-kuda dan tak mau kecolongan lagi.

Seperti tahun lalu, saat kali pertama varian Delta masuk Jawa Tengah, Kudus sempat menjadi daerah hitam karena dituding sebagai kawasan pertama penyebaran varian berbahaya tersebut. Kini, ketika muncul varian baru Omicron, Kudus tak ingin terlena.

Salah satu rumah sakit rujukan lini pertama Covid-19, RSUD dr Loekmono Hadi, misalnya jauh hari sudah diminta bersiaga kembali untuk penanganan Covid-19. Apalagi, varian baru Omicron mulai merebak di sejumlah wilayah.

Kesiapsiagaan tersebut disampaikan Bupati Kudus HM Hartopo, saat meninjau ruang Isolasi RSUD dr Loekmono Hadi, Senin (24/1/2022). Ia menyebut, RSUD dr Loekmono Hadi, telah siap menghadapi Covid-19 varian Omicron.

“Seluruh ruang isolasi baik perawatan maupun ICU kondisinya bagus. Jadi kalau ada pasien bisa langsung dipakai,” kata Hartopo.

Advertisement

Saat ini, tuturnya, terdapat 10 ruang ICU khusus Covid-19 disiagakan. Bila butuh lebih banyak, pihak RSUD telah menyiapkan enam ruangan tambahan. Tempat perawatan sebanyak 51 ruang juga bisa dimaksimalkan menjadi ratusan. Berbagai alat kesehatan juga dalam keadaan layak pakai, dan dapat digunakan sewaktu-waktu.

Meskipun persiapan sangat baik, Hartopo mengingatkan agar RSUD tetap merencanakan skenario terburuk agar penanganan terhadap opasien bisa optimal.

Selain RSUD, bangunan karantina terpusat di eks Akbid Kudus juga telah siap. Tempat karantina dapat menampung 96 orang dengan fasilitas memadai. Ketersediaan oksigen juga dipastikan aman. “Fasilitas ruang karantina bagus dan tabung oksigen juga tersedia banyak,” ungkapnya.

Hartopo menambahkan, pihaknya tidak ingin kecolongan seperti lonjakan Covid-19 varian Delta. Untuk itu, akan terus dimonitor penerapan prokes dan kesiapan rumah sakit. Tes PCR masyarakat umum pun telah dilakukan sampai 200 tes per hari. Namun, sampai saat ini belum ditemukan adanya kasus positif Covid-19 Omicron.

“Belum ada kasus terdeteksi Omicron di Kudus. Kita juga inginnya landai terus. Tapi kita mengantisipasi dengan tes PCR setiap hari. Saat ini hanya ada satu (orang) pasien yang statusnya suspect,” pungkasnya.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement