Connect with us

Nusantara

Cegah Klitih Masuk Jateng, Pemprov Rembugan Bareng Forum Anak

Avatar

Diterbitkan

pada

 

Ilustrasi klitih. (Foto: Pixabay)

FAKTUAL-INDONESIA: Aksi kekerasan jalanan (klitih) yang semula marak terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kini mulai merambah Jateng. Forum Anak Jawa Tengah pun meminta pemerintah segera mencegah aksi klitih yang membahayakan perkembangan anak tersebut.

Imbauan tersebut disuarakan Forum Anak Jawa Tengah saat berlangsung Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Tengah 2022, di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis (14/4/2022).

Menurut Ketua Forum Anak Jawa Tengah, Alexander Jason Lee, kasus kekerasan anak seperti aksi klitih, telah terjadi di Jateng. Dengan pelaku maupun korbannya sama-sama kalangan anak.

“Yang viral semula hanya di Jogja. Tapi sekarang sudah masuk Jawa Tengah. Kemarin saya lihat itu di Boyolali. Anaknya bawa samurai umur 16 dan 17 tahunan. Masih usia anak, masih pelajar, sudah melakukan klitih ke anak-anak,” kata Jason.

Advertisement

Saat ini, kasus itu mendesak segera dicegah karena telah menjamur. Lagi-lagi, anaklah sebagai pelaku sekaligus korban. Karenanya, dalam Musrenbang ini, Forum Anak berharap adanya pendidikan karakter. Mengingat tidak sedikit kasus kekerasan anak terjadi karena belum terbentuknya karakter anak.

“Belum ada pembangunan karakter bagi anak-anak. Kita kan ada bimbingan konseling. Realitanya bimbingan konseling, teman-teman saya takut. Karena malah gurunya jadi cepu, gurunya ember. Padahal harusnya para guru bisa menjadi orang yang mendidik. Jadi benar-benar mendidik, mengarahkan anak-anak biar tidak terjadi kekerasan,” ujarnya.

Jason menilai pendidikan karakter amat penting bagi pertumbuhan anak-anak. Sehingga anak-anak tidak hanya mendapatkan pelajaran umum di sekolah seperti pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan lainnya, tapi juga mendapatkan pendidikan karakter.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, Musrenbang tahun ini pihaknya konsisten melibatkan mereka yang harus mendapat perhatian seperti para disabilitas, anak-anak dan kelompok perempuan serta kelompok rentan lain.

“Penyandang disabilitas, anak-anak, kelompok perempuan. Ternyata itu cukup dominan. Sebagian besar pertanyaaan di sesi diskusi Musrenbang juga itu,” katanya.

Advertisement

Dalam Musrenbang, Ganjar menyampaikan pendidikan karakter menjadi masukan yang bagus. Sebab itu akan membentuk karakter yang baik pada diri anak.

“Saya sangat setuju sekali dengan pendidikan karakter. Ini masukan yang sangat keren,” ucapnya.

Ganjar juga menggarisbawahi di Musrenbang, ada dua hal pokok atau isu yang akan dibawa untuk ditangani. Yaitu mengembalikan kekuatan ekonomi agar bisa bangkit dan menurunkan kemiskinan di Jawa Tengah.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement