Connect with us

Nusantara

Resmikan Pusat Wedangan Solo, Menko Airlangga Berharap Perekonomian Bisa Bergerak Lagi

Avatar

Diterbitkan

pada

 

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat meresmikan pusat wedangan di Pasar Burung Depok Solo. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meresmikan Pusat Wedangan Demang Toentoer di halaman Pasar Burung Depok, Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/3/2022) malam. Menurut Airlangga, UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) akan terus dikembangkan.

“Pemerintah akan selalu mendukung dan memfasilitasi pengembangan UMKM, untuk PKL (pedagang kaki lima), warung-warung termasuk usaha wedangan,” jelas Airlangga.

Menurut Airlangga dengan adanya pusat wedangan tersebut diharapkan perekonomian bergerak kembali. Potensi usaha makanan dan minuman tersebut sangat besar, sektor usaha makanan dan minuman tersebut menurut Airlangga bahkan menempati 60 persen UMKM.

Lebih lanjut Menko mengatakan Kota Solo adalah sentra kebudayaan tradisional Jawa dan pusat kuliner yang otentik khas dan unik sehingga membuat orang nyaman dan betah di Solo.

Advertisement

“Kalau nasi liwet terbuat daging ayam, telur dan santan. Maka Solo terbuat dari rindu, kenangan dan wedangan. Catat kenangan dan wedangan bukan mantan,” ujarnya.

Airlangga menyebut wedangan ada sekitar tahun 1900-an atau berbarengan dengan adanya pabrik listrik atau pembangkit listrik pertama di wilayah Keraton Solo. Wedangan menjadi favorit banyak orang dan di sana tidak ada sekat.

Untuk mendorong pengembangan UMKM, pemerintah telah mengucurkan pembiayaan untuk UMKM  dengan memberikan KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Seusai dengan arahan presiden bunga KUR hanya 3 persen per tahun. Besaran KUR bisa kurang dari Rp10 juta atau dari Rp10 juta hingga Rp100 juta. Dan selanjutnya Rp100 juta hingga Rp500 juta.

“Pemerintah menyediakan dana cukup besar yakni Rp373 triliun untuk satu tahun maka banyak UMKM yang didorong untuk memanfaatkan KUR,” jelasnya.

Advertisement

Bantuan dari pemerintah diberikan untuk pedagang kaki lima, warung dan nelayan yang saat ini mulai diluncurkan. Masing-masing ditargetkan di  212 kabupaten/ kota.

“Masing-masing menerima Rp600 ribu dan pelaksanaannya dari TNI dan Polri. Sehingga bisa langsung dinikmati,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyambut baik adanya pusat wedangan tersebut. Hal ini sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi.

“Biar tempat ini juga produktif di malam hari,” ucapnya.

Ketua Paguyuban Bende Manahan sekaligus inisiator kegiatan, Endro Sudarmo dalam peresmian itu mengatakan konsep tersebut berawal dari keprihatinannya di saat pandemi banyak yang menganggur.

Advertisement

“Jadi kita memanfaatkan lahan tidur untuk bisa menciptakan lapangan kerja baru,” kata Endro.

Pusat Wedangan Solo ini menghadirkan 9 Wedangan yang memiliki ciri khas makanan yang berbeda -beda. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement