Connect with us

Nusantara

Mengenal Tarian Sakral Bedhaya Anglir Mendung dari Pura Mangkunegaran Solo

Diterbitkan

pada

Tari Bedhaya Anglir Mendung, tarian sakral Pura Mangkunegaran Solo. (Foto:Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Tari Bedhaya Anglir Mendung, tarian sakral Pura Mangkunegaran akan ditarikan dalam acara  jumenengan atau naik tahta Gusti Pangeran Haryo (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo menjadi Kanjeng Gusti Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X, Sabtu (12/3/2022).

Tarian ini ditujukan untuk raja yang berkuasa. Tapi tidak sembarang penari bisa membawakan tarian ini. Karena tarian sakral yang hanya dimiliki Pura Mangkunegaran ini hanya bisa dibawakan penari yang masih gadis, belum menikah atau memiliki anak.

“Kalau sudah berkeluarga tidak boleh,harus masih lajang. Jadi kita regenerasi terus karena ada batas usia maksimal, batas usia maksimal 30 tahun,” jelas  Plt Kadipaten Mondropuro, Pura Mangkunegaran Raden Tumenggung Supriyanto Waluyo, Kamis (10/3/2022).

Menurut Supriyanto, standar penari yang bisa membawakan tari Bedhaya Anglir Mendung adalah penari senior tetapi masih gadis. Sebelum nantinya membawakan tarian ini di acara jumenengan , para penari juga harus dikarantina untuk menjalani ritual khusus.

Tarian sakral tersebut juga harus dibawakan penari dengan jumlah ganjil. Menurut Supriyanto, Bedhaya Anglir Mendung adalah tarian level tertinggi di Mangkunegaran. Dengan durasi sepanjang 45 menit, dibutuhkan fisik yang prima untuk dapat mempertahankan koreografi, olah tubuh dalam penampilan.

Advertisement

“Koreografi, olah tubuhnya juga rasanya harus seimbang. Durasinya 45 menit dibutuhkan fisik yang prima agar tidak jatuh. Karena penari sama dengan olahragawan,” jelasnya lagi.

Tarian ini tidak boleh dibawakan di luar Pura Mangkunegaran Solo. Tidak setiap acara tarian ini ada, hanya pada acara-acara besar seperti peringatan ulang tahun naik tahta raja dan acara naik tahta.

Bedhaya Anglir Mendung adalah karya Mangkunegara (MN) I atau Pangeran Randen Mas Said Sambernyawa yang mengisahkan  perjuangannnya sebelum menjadi Mangkunegara I. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement