Connect with us

Nasional

Selama Periode Nyepi,  BKSDA Bali Tutup Sementara Empat TWA

Diterbitkan

pada

Selama Periode Nyepi,  BKSDA Bali Tutup Sementara Empat TWA

Sejumlah WTA akan ditutup selama Nyepi di Bali. (Foto : istimewa)

FAKTUAL- INDONESIA : Guna menghormati pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menutup sementara tiga kawasan taman wisata alam (TWA) periode 18-20 Maret 2026.

Hal tersebut disampaikan Kepala BKSDA Bali Ratna Hendratmoko di Denpasar, Bali, Rabu (11/3/2026). “Kawasan akan dibuka kembali pada Sabtu, 21 Maret pukul 09.00 WITA,” kata dia.

Baca Juga : Bila Nyepi dan Idulfitri Berbarengan, Ini Panduan Takbiran di Bali dari Kemenag

Penutupan sementara diberlakukan di empat kawasan TWA, yaitu Danau Buyan-Da konau Tamblingan di Kabupaten Buleleng, TWA Panelokan di Kabupaten Bangli, TWA Gunung Batur Bukit Payang, Kabupaten Bangli dan TWA Sangeh di Kabupaten Badung.

Dengan penutupan itu, kunjungan untuk kegiatan wisata alam, penelitian, dan pendidikan pada beberapa kawasan konservasi dalam waktu sementara itu tidak dapat dilakukan.

Baca Juga : Nyepi dan Ramadan Beriringan, Umat Hindu Gelar Aksi Saka Bhoga Sevanam, Bagikan Takjil dan Sembako

Adapun penutupan sementara itu merujuk kepada Pengumuman Kepala BKSDA Bali Nomor PG.1/K.23/TU/KSA.01.04/B/03/2026 tentang Penutupan Sementara Kunjungan ke Kawasan Hutan Konservasi pada Masa Libur Nasional dan Cuti Bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Advertisement

Penutupan sementara, imbuh dia, dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yaitu Amati Geni (tidak menyalakan api atau cahaya), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).

Baca Juga : Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi 2025

“Momentum Nyepi juga menjadi kesempatan bagi alam untuk beristirahat sejenak dari aktivitas kunjungan wisata, sehingga ekosistem kawasan konservasi dapat pulih dan tetap terjaga kelestariannya,” ucapnya.

Ratna mengharapkan dukungan dan pengertian dari seluruh masyarakat serta wisatawan untuk mematuhi kebijakan penutupan sementara tersebut.

Adapun rangkaian utama Nyepi dimulai pada 18 Maret, yaitu upacara Tawur Kesanga pada pagi hingga siang hari, kemudian dilanjutkan pada pawai ogoh-ogoh pada sore hari di titik tertentu di kawasan perdesaan dan perkotaan.

Selanjutnya, puncak Nyepi dimulai pukul 06.00 WITA pada 19 Maret dan berakhir pada 20 Maret pukul 06.00 WITA.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement