Connect with us

Ekonomi

Sejalan dengan Sumitronomics, Mengubah Danau Tondano dari Wisata menjadi Infrastruktur Energi

Gungdewan

Diterbitkan

pada


Oleh: Bert Toar Polii
FAKTUAL INDONESIA: Selama ini Danau Tondano lebih sering dipromosikan sebagai destinasi wisata alam di Sulawesi Utara. Panorama pegunungan, udara sejuk, serta kehidupan masyarakat di sekitarnya menjadikan danau ini salah satu ikon keindahan Minahasa.

Namun melihat Danau Tondano semata sebagai objek wisata sebenarnya terlalu sempit. Danau terbesar di Sulawesi Utara ini memiliki potensi strategis yang jauh lebih besar: sebagai infrastruktur energi yang dapat menopang pembangunan daerah.

Pandangan ini mengemuka dalam sebuah video yang beredar dari Majelis Keluarga Besar Permesta. Dalam video tersebut, ketuanya Phillip Pantouw menyampaikan bahwa rehabilitasi Danau Tondano seharusnya tidak hanya diarahkan untuk kepentingan pariwisata, tetapi juga untuk memperkuat fungsinya sebagai sumber energi.

Gagasan ini patut dipertimbangkan secara serius. Sebab, dalam beberapa dekade terakhir kondisi Danau Tondano terus mengalami penurunan kualitas lingkungan. Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali, sedimentasi yang semakin menebal, serta pencemaran sampah telah mengganggu keseimbangan ekosistem danau. Jika kondisi ini dibiarkan, maka bukan hanya sektor pariwisata yang terancam, tetapi juga fungsi danau sebagai sumber air bagi pembangkit listrik tenaga air di wilayah tersebut.

Danau sebagai Infrastruktur Alam

Advertisement

Dalam perspektif pembangunan modern, danau sebenarnya dapat dipandang sebagai infrastruktur alam.
Seperti halnya jalan, pelabuhan, atau bendungan, danau juga memiliki fungsi strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi. Air yang tersimpan di dalamnya menjadi sumber energi, sumber pangan melalui perikanan, sumber irigasi bagi pertanian, serta daya tarik pariwisata.

Karena itu, rehabilitasi Danau Tondano tidak seharusnya dipandang hanya sebagai program kebersihan lingkungan. Ia harus ditempatkan sebagai proyek pembangunan strategis.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan antara lain:
• pembersihan eceng gondok secara sistematis
• pengerukan sedimentasi untuk mengembalikan kedalaman danau
• pengelolaan sampah dan limbah yang lebih ketat
• perlindungan daerah tangkapan air di sekitar danau

Melalui langkah-langkah tersebut, Danau Tondano dapat kembali berfungsi optimal sebagai reservoir air yang menopang sistem pembangkit listrik tenaga air di Sulawesi Utara.

Perspektif Sumitronomics

Advertisement

Jika dilihat dari perspektif ekonomi pembangunan, rehabilitasi Danau Tondano sejalan dengan pemikiran ekonom besar Indonesia, Sumitro Djojohadikusumo. Pemikiran yang sering disebut sebagai Sumitronomics menekankan pentingnya peran negara dalam membangun sektor-sektor strategis, terutama infrastruktur dan pengelolaan sumber daya alam.

Menurut pendekatan ini, negara tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pengelolaan kekayaan alam. Negara harus hadir untuk memastikan bahwa sumber daya tersebut dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan rakyat.

Dalam kerangka ini, rehabilitasi Danau Tondano bukan sekadar upaya penyelamatan lingkungan, tetapi juga investasi pembangunan yang dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

Kemandirian Energi dan Prabowonomics

Gagasan tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan ekonomi nasional yang sering dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kemandirian energi, penguatan ekonomi rakyat, dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kepentingan nasional.

Advertisement

Pendekatan yang sering disebut Prabowonomics menempatkan pengelolaan sumber daya alam sebagai pilar utama pembangunan ekonomi.

Dalam konteks ini, rehabilitasi Danau Tondano dapat menjadi contoh konkret bagaimana kekayaan alam daerah dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain menghasilkan energi listrik, program rehabilitasi danau juga dapat membuka berbagai peluang ekonomi baru, seperti:
• pengolahan eceng gondok menjadi produk kerajinan atau biomassa energi
• pengembangan perikanan danau yang berkelanjutan
• penguatan pariwisata berbasis ekologi
• penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal

Dengan demikian, danau tidak hanya dipulihkan secara ekologis, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Model Nasional Pengelolaan Danau

Advertisement

Indonesia memiliki ratusan danau yang menghadapi persoalan serupa: sedimentasi, pencemaran, dan degradasi lingkungan.

Jika rehabilitasi Danau Tondano dilakukan secara serius dan terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, serta masyarakat, maka danau ini dapat menjadi model nasional pengelolaan danau yang produktif.

Danau Tondano tidak hanya akan dikenal sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai contoh keberhasilan Indonesia dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, mengubah cara pandang terhadap Danau Tondano adalah langkah penting. Dari sekadar destinasi wisata, danau ini harus diposisikan sebagai infrastruktur energi yang strategis bagi masa depan pembangunan Sulawesi Utara. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca