Connect with us

Nasional

Nyepi dan Ramadan Beriringan, Umat Hindu Gelar Aksi Saka Bhoga Sevanam, Bagikan Takjil dan Sembako

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija, pertemuan momentum Nyepi dan Idulfitri tahun ini memiliki makna spiritual tersendiri

Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija, pertemuan momentum Nyepi dan Idulfitri tahun ini memiliki makna spiritual tersendiri

FAKTUAL INDONESIA: Momentum Beriringannya pelaksanaan Hari Raya Nyepi dengan Ramadan dan berdekatan dengan Idulfitri diisi umat Hindu dengan rangkaian kegiatan Saka Bhoga Sevanam Nasional dengan mendistribusikan ribuan paket makanan bagi masyarakat di berbagai daerah.

Kegiatan Saka Bhoga Sevanam Nasional yang dipusatkan di Wantilan Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur,  dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah dengan mendistribusikan 17.865 nasi kotak, 15.000 paket takjil, dan 5.000 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tahun ini Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026 berdasarkan perhitungan kalender Saka, hadir beriringan dengan Ramadan.

Seperti dikutip dari laman kemenag, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, I Nengah Duija, mengatakan beriringannya dua momentum spiritual tersebut menjadi ruang memperkuat kepedulian lintas umat. “Kewajiban agama dalam memelihara setiap bagian tubuh adalah wujud nyata pengamalan dalam beragama. Peduli dengan sesama melalui kegiatan ini adalah bagian di mana kita juga peduli sesama dalam pengamalan agama Hindu,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

I Nengah Duija menyampaikan bahwa perayaan Nyepi tidak hanya dimaknai melalui ritual keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam aksi kemanusiaan yang menyentuh masyarakat luas. “Terima kasih kepada semua Panitia Nasional Perayaan Nyepi yang telah melahirkan inisiatif luar biasa dalam membangun keperdulian terhadap sesama dan alam semesta melalui gerakan sosial berskala nasional ini,” ungkapnya.

Advertisement

Menurutnya, pertemuan momentum Nyepi dan Idulfitri tahun ini memiliki makna spiritual tersendiri. “Refleksi yang diberikan oleh Tuhan di mana kegiatan hari Nyepi bertepatan dengan hari Idulfitri, semoga menjadi momentum dalam kebersamaan dan toleransi serta moderasi beragama,” tambah Prof. Duija.

Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI yang membuka acara secara resmi, serta jajaran pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, serta Panitia Nasional Perayaan Nyepi. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement