Nasional
Genangan Banjir di Kudus Belum Surut, Jumlah Pengungsi Naik Tajam Tembus 1.500 Orang

Banjir di Kudus hingga kini masih belum surut. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Bencana banjir yang melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus meluas hingga Jumat (16/1/2026). Genangan air kini dilaporkan merendam 38 desa yang tersebar di tujuh kecamatan, memaksa ribuan warga terdampak meninggalkan rumah mereka.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat sebanyak 1.520 warga telah mengungsi dan tersebar di 10 lokasi posko pengungsian. Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat hanya 596 jiwa.
Baca Juga : Terungkap, Korban Banjir Sumatera Alami Pelecehan Seksual di Pengungsian
Di sejumlah titik, ketinggian air dilaporkan masih bertahan antara 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Salah satu wilayah terdampak cukup parah adalah Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati. Genangan setinggi hampir satu meter membuat akses warga terhambat dan aktivitas sehari-hari lumpuh.
Sebagian warga Desa Jatiwetan memilih mengungsi ke posko terdekat, namun tidak sedikit pula yang bertahan di rumah dengan kondisi serba terbatas.
Baca Juga : Korban Tewas Banjir Sumatera Kini Capai 1.180 Orang
Siti Kusmiatun, warga setempat, mengaku hingga kini belum menerima bantuan logistik. Ia memilih tetap di rumah meski harus menghadapi kesulitan, terlebih karena memiliki bayi berusia sekitar dua setengah bulan.
“Belum ada bantuan makanan atau kebutuhan lain. Mau tidak mau harus keluar sendiri mencari makan meski harus menerjang air. Saya masih bertahan karena punya bayi kecil,” ujar Siti.
Kondisi serupa dirasakan warga lainnya. Andi, warga Jatiwetan, menyebut ketinggian air telah mencapai paha orang dewasa dan membuat aktivitas ekonomi nyaris berhenti total. Ia menilai banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang diperparah buruknya aliran air menuju sungai.
Baca Juga : Tembus Genangan Banjir Desa Keramat Banjar Kalsel, Mensos Gus Ipul: Air Masih Tinggi, Petugas Standby
“Air tidak bisa mengalir ke sungai, jadi cepat naik. Banyak warga masih bertahan karena rumahnya sudah ditinggikan, tapi sebagian tetangga memilih mengungsi ke balai desa,” katanya.
Di wilayah lain di Kudus, laporan menunjukkan debit air justru terus bertambah. Beberapa titik bahkan mencatat ketinggian air melebihi satu meter, sehingga meningkatkan risiko keterisolasian warga.
Hingga Jumat sore, petugas gabungan masih melakukan pendataan lanjutan serta evakuasi terhadap warga di daerah yang mengalami kenaikan air signifikan.
BPBD bersama instansi terkait juga terus menyiagakan posko pengungsian dan mengoordinasikan distribusi bantuan bagi warga terdampak.***














