Connect with us

Ibu Kota

Program Pilah Sampah di Rorotan Tekan Enam Ton Limbah per Hari

Diterbitkan

pada

Rorotan deklarasikan pemilahan sampah di Jakarta Utara 100 persen. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Program “100 Persen Pilah Sampah” yang diterapkan di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menunjukkan hasil signifikan. Dalam waktu sekitar 1,5 bulan, wilayah ini berhasil mengurangi hingga enam ton sampah per hari yang sebelumnya dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Edy Mulyanto, menyatakan peningkatan partisipasi warga menjadi faktor utama keberhasilan program tersebut. Dari total sekitar 60 ribu penduduk, sebelumnya hanya sekitar 5 persen rumah tangga yang melakukan pemilahan sampah. Namun setelah intervensi intensif selama lebih dari satu bulan, angka partisipasi meningkat drastis.

“Peningkatan ini berdampak langsung pada penurunan volume sampah yang dibuang ke TPST, mencapai lima hingga enam ton per hari,” ujar Edy, Senin (20/4).

Ia menjelaskan, tantangan terbesar pengelolaan sampah di Jakarta Utara adalah dominasi sampah organik, yang mencapai hampir setengah dari total produksi harian sekitar 1.300 ton. Untuk mengatasinya, pemerintah tidak hanya mengedukasi masyarakat, tetapi juga memperkuat infrastruktur pendukung.

Sejumlah fasilitas telah didistribusikan, antara lain ratusan tong drop point di tingkat RT, ribuan ember pemilahan untuk rumah tangga, timbangan gantung, serta perangkat pengolahan seperti komposter dan Lodong Sisa Dapur (losida). Selain itu, teknologi seperti mesin pencacah dan bioreaktor juga diterapkan untuk mempercepat pengolahan sampah organik.

Advertisement

Sistem pengelolaan kini berjalan lebih terstruktur. Warga memilah sampah dari rumah, kemudian mengumpulkannya di titik drop point. Sampah organik selanjutnya diolah di tempat penampungan sementara menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan, seperti pakan ternak dan budidaya maggot.

Dalam satu bulan, volume sampah organik yang berhasil dikelola mencapai 21 hingga 25 ton. Selain mengurangi beban TPST, program ini juga membuka peluang ekonomi sirkular bagi masyarakat setempat.

Keberhasilan ini turut didukung oleh kolaborasi berbagai pihak, termasuk kader Gerakan Pilah Sampah, petugas PPSU, penyuluh lingkungan, serta sektor swasta melalui program CSR.

Pemerintah Kota Jakarta Utara berencana mereplikasi program ini ke wilayah lain. Sementara itu, warga berharap kebiasaan memilah sampah dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan keberlanjutan di masa depan.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement