Home NasionalIbu Kota Stok Oksigen Langka, Warga Rela Dari Subuh Antrian Oksigen di Manggarai

Stok Oksigen Langka, Warga Rela Dari Subuh Antrian Oksigen di Manggarai

oleh Bambang

Warga mengantri di depot isi ulang oksigen di Manggarai. (Farhanzuhdi)

FAKTUALid – Minggu pagi, puluhan tabung oksigen terlhat mengular di depot pengisian oksigen, Jalan Minangkabau, Manggarai, Jakarta Selatan. Antrian terjadi karena stok isi ulang oksigen di sejumlah depot mulai habis. Kelangkaan oksigen pun mulai terjadi di Jakarta.

Pantauan Faktualid.com di lokasi, Minggu (4/7/2021) pukul 08.40 WIB, antrian tabung sudah sangat panjang, antrian dibatasi 50 nomor sudah habis padahal depot baru buka pukul 07.00 WIB.

Salah satu warga yang mengantre adalah Herman, warga Gunung Sahari itu mengungkapkan sebelumnya sudah mencari ditempat lain tetapi kosong. “Saya cari ke gunung sahari ngga ada, cari ke pramuka stoknya habis, setelah baru saya kesini,” kata Herman.

Herman melakukan isi ulang tabung ukuran 1 meter kubik untuk kebutuhan saudaranya yang sedang sakit dan sebelumnya memang setiap bulannya rutin mengisi ulang oksigen.

Hal yang sama juga dialami Dwi. Warga Pademangan ini mengaku hanya di lokasi ini oksigen yang masih tersedia. Sebelumnya Dwi sudah mencari di beberapa tempat, namun habis. “Awalnya bingung, stok oksigen ditempat lain pada habis. Pas tau disini langsung jalan dan ternyata masih ada stok,” ujar Dwi.

Dirinya mengatakan membawa empat tabung isi ulang untuk stok dikarenakan kelurganya terpapar Covid-19. “Karena keluarga saya beberapa terpapar Covid-19, saya isi 4 tabung buat stok” katanya.

Kelangkaan stok oksigen di Jakarta dikarenakan lonjakan angka penyebaran Covid-19 beberapa pekan terakhir. Banyaknya permintaan oksigen di Jakarta membuat harga oksigen melambung tinggi.

“Karena permintaan mengalami peningkatan sedangkan stoknya kurang jadi mengalami kenaikan harga, untuk tabung oksigen 1 meter kubik sebelumnya harga Rp 1,2 juta sekarang udah tembus Rp 2 juta,” kata Ervan selaku pemiliki depot di Manggarai.

Ervan mengakui permintaan tabung oksigen mengalami peningkatan sejak dua pekan terakhir. “Biasanya kalau tabung kecil (laku) 50 sampai 60 buat sebulan. Nah kalau sekarang bisa 50 hampir 100 per hari,” kata Ervan.

Dirinya menuturkan untuk stok tabung oksigen sudah habis tetapi untuk isi ulang dirinya menjamin masih aman untuk beberapa hari kedepan. “Kalau tabung baru sekarang sudah abis, dari distributornya juga sudah kehabisan stok. Kalau untuk oksigennya masih aman,” ujar Ervan.

Untuk harga isi ulang oksigen di depot tersebut mengalami kenaikan yang sebelumnya Rp 15.000 untuk tabung 1 meter kubik menjadi Rp 18.000.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, meminta untuk memastikan persediaan oksigen tetap aman kepada Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Sektor industri harus prioritaskan produksi oksigen untuk kebutuhan medis di masa pandemi.

Satgas juga akan berkoordinasi langsung dengan Menteri Kesehatan jika menghadapi kesulitan dalam menjalankan tugasnya. “Kami sudah rapat, Insya Allah tidak ada masalah soal ini, termasuk obat-obatan,” jelas Luhut. ***

You may also like

Tinggalkan Komentar