Ibu Kota
DPRD Minta Penjelasan Kucuran Pinjaman Bank DKI Rp1.2 Ttriliun kepada Ancol

Gedung DPRD DKI Jakarta di Kebun Sirih. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA: Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Anthony Winza Pranowo, menegaskan tidak logis pemberian kredit Bank DKI kepada PT Pembangunan Jaya Ancol sebesar Rp1,2 triliun. Hal ini dikarenakan nilai kredit tersebut jumlahnya lebih besar dibanding laba bersih Bank DKI yang tercatat Rp500 miliar.
“Laba bersih Bank DKI hingga September berapa? Rp500 miliar benar yah?” katanya kepada jajaran direksi Bank DKI ketika pemanggilan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/12/2021).
Menurutnya, dari hasil penjabaran PT Pembangunan Jaya Ancol dalam rapat dengan Komisi B DPRD, nilai pinjaman yang diberikan lebih besar dari laba bersih Bank DKI. Langkah tersebut cukup berisiko terhadap likuiditas Bank DKI.
“Dengan laba bersih mau ditaruh di 1 entitas saja, Ancol pinjamnya Rp1,2 trilun, di atas 2 kali laba bersih bank DKI. Yang mana kalau kita lihat Rp500 miliar itu untuk refinancing obligation artinya Ancol enggak bisa bayar, pinjam Bank DKI untuk refinancing,” kata Anthony
Ditambahkan Anthony, dirinya meminta kepastian kepada pihak Ancol pinjaman atau kredit yang diterima dari Bank DKI tidak diperuntukan pembangunan infrastruktur Formula E.
“Ya enggak apa-apa (kalau bukan untuk Formula E) tapi ini bisa dipidana kalau ini malah dijadikan untuk Formula E,” ucap Anthony.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pembinaan BUMD, Riyadi menuturkan membaca satu pembukuan keuangan kemudian dikaitkan dengan pemberian kredit, tidak sesederhana seperti yang disampaikan Anthony.
“Jadi perhitungannya bukan seperti yang seperti Mas Anthony sampaikan tadi,” tutur Riyadi. “Tapi Baiknya biar nanti Pihak Ancol yang akan menjelaskan,” sambungnya. ****














