Nasional
Gunung Dukono Kembali Meletus, Lontarkan Kolom Abu Setinggi hingga 2.700 Meter

Gunung Dukono kembali erupsi. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali erupsi 2x pada Senin pagi (11/5/2026) ini. Tinggi kolom abu yang dilontarkan mencapai hingga 2.700 meter di atas puncak.
Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, Senin (11/5/2026), erupsi pertama terjadi pada pukul 06.30 WIT.
“Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Senin, 11 Mei 2026, pukul 06:30 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 2700 m di atas puncak (± 3787 m di atas permukaan laut),” tulis PVMBG.
Kolom abu teramati hingga berwarna hitam kebal ke arah utara. Erupsi pun terus berlangsung.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tulisnya.
Gunung Dukono kembali meletus pada pukul 08.14 WIT. Tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak.
“Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Senin, 11 Mei 2026, pukul 08:14 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 2000 m di atas puncak (± 3087 m di atas permukaan laut),” tulisnya.
Abu teramati berwarna putih huingga kelabu ke arah utara dan timur laut. Erupsi pun masih berlangsung saat laporan ini dibuat.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah utara dan timur laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tulisnya.
Sebelumnya, pada 8 Mei lalu, Gunung Dukono meletus hingga memakan korban jiwa. Dilaporkan sebanyak 3 orang meninggal dunia di antaranya 2 WN Singapura dan 1 WNI.
Dilansir detikSulsel, dua warga negara (WN) Singapura, Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27) ditemukan. Kedua jasad tersebut ditemukan dalam kondisi berpelukan.
Kepala Kantor Basarnas Ternate, Iwan Ramdani mengatakan, jenazah kedua pendaki itu ditemukan pada hari ketiga pencarian, Minggu (10/5) sekitar pukul 13.00 WIT. Tepatnya sekitar 13 meter arah utara dari bibir kawah.
“Kedua korban berada dalam satu titik dengan posisi terhimpit batu besar. Keduanya saling berpelukan dan kondisi tubuh sudah tidak utuh,” ungkap Iwan.
Iwan mengatakan, operasi SAR pencarian korban erupsi telah dinyatakan berakhir. Hal ini setelah total 3 korban meninggal telah ditemukan dan dievakuasi.***














