Selebritis
Lucky Hakim Siap Jadi Orang Tua Angkat Anak Korban Kecelakaan Maut di Indramayu

Artis Lucky Hakim saat menjenguk dan memberikan bantuan untuk korban kecelakaan di jalur Pantura Indramayu. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Bupati Indramayu Lucky Hakim menyatakan kesiapannya menjadi orang tua angkat bagi anak-anak yang kehilangan kedua orang tuanya dalam kecelakaan maut di Jalur Pantura Indramayu.
Pernyataan itu disampaikan saat ia mengunjungi keluarga korban dan menjenguk para korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Lucky Hakim mengaku turut berduka atas tragedi yang merenggut 12 korban jiwa tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban dan mendoakan agar para korban yang meninggal mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Dalam kunjungannya, Pemerintah Kabupaten Indramayu juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian dan empati atas musibah yang terjadi.
Baca Juga : Selamat! Lucky Hakim Jadi Bupati Terbaik se-Indonesia
Selain mendatangi rumah duka, Lucky Hakim juga menjenguk sejumlah korban luka, termasuk dua anak yang kini harus menjalani perawatan setelah kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan tersebut.
Menurutnya, pemerintah daerah akan memberikan pendampingan secara menyeluruh kepada anak-anak tersebut, tidak hanya untuk pemulihan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan psikologis mereka.
Lucky Hakim kemudian menyatakan kesediaannya menjadi orang tua angkat bagi anak-anak yang menjadi yatim piatu akibat tragedi tersebut. Ia menegaskan proses tersebut akan ditempuh sesuai aturan hukum yang berlaku dan hanya dilakukan apabila mendapat persetujuan dari keluarga maupun wali anak.
“Untuk anak-anak yang ditinggal meninggal oleh orang tuanya dalam kejadian ini, saya dengan sepenuh hati berkenan menjadi orang tua angkat dan siap menempuh proses adopsi secara formal apabila pihak wali mereka merestui,” ujar Lucky Hakim.
Baca Juga : Bupati Lucky Hakim Jalani Hari Pertama Hukuman Magang di Kemendagri pada 6 Mei 2025
Ia juga menilai tragedi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, pengawasan terhadap kendaraan pengangkut penumpang serta penegakan aturan keselamatan lalu lintas perlu diperketat demi melindungi masyarakat.
Kecelakaan maut itu terjadi di Jalur Pantura Indramayu, tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Sebuah mobil pikap yang mengangkut rombongan warga sepulang dari menghadiri pesta pernikahan ditabrak dua truk dari arah berbeda.
Akibat insiden tersebut, sebanyak 12 orang meninggal dunia, sementara enam korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.***













