Connect with us

Internasional

Amerika Lancarkan Serangan Baru, IRGC Gempur Negara Teluk dan Ancam Memblokir Ekspor Energi Timur Tengah

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Ketegangan di Teluk makin memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru Rabu (15/7/2026) dan dibalas oleh Iran dengan menggempur negara-negara Teluk serta mengancam menutup Selat Hormuz. (Ist)

Ketegangan di Timur Tengah makin memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru Rabu (15/7/2026) dan dibalas oleh Iran dengan menggempur negara-negara Teluk serta mengancam menutup Selat Hormuz. (Ist)

FAKTUAL INDONESIA: Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan baru terhadap sistem pertahanan pantai dan situs rudal Iran, Rabu (15/7/2026) siang, setelah memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.  Sementara Iran mengancam akan memutus lebih banyak ekspor energi regional.

Dikutip dari AFR, serangan siang hari ini menandai eskalasi terbaru dari serangan dan serangan balasan yang dilancarkan oleh kedua pihak dalam perebutan kendali atas Selat Hormuz, yang sebelum perang dilalui oleh sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas global.

“Pada pukul 6 pagi ET (Rabu malam WIB) hari ini, pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran,” kata militer AS.

“Serangan-serangan tersebut dirancang untuk semakin melemahkan kemampuan militer yang telah digunakan pasukan Iran untuk menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.”

Komando Pusat AS, CENTCOM, mengatakan militer telah menyerang sistem pertahanan pantai dan lokasi penyimpanan serta peluncuran rudal jelajah di Pulau Tunb Raya Iran, dan telah menyelesaikan gelombang serangan dalam waktu sekitar 90 menit.

Advertisement

Hal itu terjadi setelah serangan selama tujuh jam pada hari Selasa di mana AS mengatakan telah menghantam puluhan target militer di dekat Selat Hormuz dan daerah pesisir Iran.

Laksamana Angkatan Laut AS Brad Cooper, yang memimpin CENTCOM, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Iran telah meluncurkan puluhan rudal dan drone ke negara-negara Arab Teluk tetangga.

Presiden AS, Donald Trump mengatakan kepada Fox News Channel pada Selasa malam bahwa serangan AS lebih lanjut terhadap Iran akan terjadi dalam dua hari ke depan dan bahwa jembatan dan pembangkit listrik dapat menjadi sasaran pada minggu depan kecuali negosiasi dilanjutkan. AS sendiri telah menyerang setidaknya satu jembatan.

“Sebaiknya kalian membuat kesepakatan, atau kalian tidak akan punya apa-apa lagi,” Trump memperingatkan.

Tujuh Personel Tewas

Advertisement

Sementara itu seperti dilansir Time Of Israel, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, mengutip pernyataan militer Iran yang mengatakan setidaknya tujuh personel tewas dalam serangan AS terhadap pangkalan militer di Bampur semalam.

Tentara Iran menuduh bahwa serangan itu dimaksudkan untuk menimbulkan korban sebanyak mungkin, dengan 13 rudal menghantam wisma tamu, pos penjagaan, dan fasilitas akomodasi di pangkalan dekat kota Iranshahr di tenggara.

Ditambahkan pula bahwa sejumlah personel terluka, dan berjanji akan memberikan “tanggapan tegas” terhadap serangan tersebut.

Termasuk mereka yang berada di barak, lebih dari 30 orang telah tewas dalam beberapa hari terakhir, kata juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Hossein Kermanpour, juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, mengatakan bahwa lebih dari 260 orang terluka dalam serangan semalam saja — angka yang jauh lebih besar daripada kekerasan terbaru antara Iran dan AS. Dia tidak menyebutkan berapa banyak orang yang tewas semalam.

Advertisement

Baik pejabat tersebut maupun pejabat lainnya tidak membedakan antara warga sipil dan personel militer.

Serangan Balasan Iran

Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, mengkritik serangan Amerika.  “AS adalah agresor, bukan korban,” tulisnya kepada pemimpin badan dunia tersebut, menurut kantor berita IRNA yang dikelola pemerintah.

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah menyerang target militer AS di wilayah tersebut, termasuk di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Pada hari Rabu, mereka juga mengancam akan memblokir lebih banyak ekspor energi regional, dengan mengatakan bahwa AS “harus bersiap menghadapi penutupan semua koridor ekspor lain yang menguntungkan AS dan sekutunya”.

Advertisement

Ketegangan meningkat sejak Iran menyatakan pada Sabtu malam bahwa mereka telah menutup Selat Hormuz. AS mengatakan Iran telah menyerang tujuh kapal dagang selama pekan lalu, menyebabkan hampir selusin awak kapal tewas, hilang, atau terluka.

Iran mengumumkan bahwa mereka telah menyerang target militer AS di seluruh wilayah tersebut, termasuk di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Militer Bahrain mengkonfirmasi bahwa mereka telah mencegat serangan udara dari Iran setelah sirene peringatan berbunyi pada dini hari di negara kecil di Teluk tersebut.

“Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain mengumumkan bahwa Iran terus melanjutkan pendekatan permusuhan sistematisnya melalui serangan kriminal yang menargetkan warga sipil,” demikian pernyataan tersebut, menambahkan bahwa militer “berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah serangan udara Iran yang berbahaya pagi ini.”

Yordania juga mengatakan telah menembak jatuh tiga rudal Iran. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement