Connect with us

Ekonomi

IHSG BEI Jumat 17 Juli 2026: Melesat 1,10% ke Level 6.175, Cermati Dua Skenario Utama

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Aksi beli yang masif, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), menjadi motor utama di balik reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang akhir pekan ini. (AI)

Aksi beli yang masif, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), menjadi motor utama di balik reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang akhir pekan ini. (AI)

FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan akhir pekan ini dengan performa yang sangat impresif. Sempat bergerak fluktuatif, indeks acuan BEI tersebut sukses melaju kencang di zona hijau hingga akhir sesi perdagangan.

Pada penutupan perdagangan hari Jumat (17/7/2026), IHSG ditutup menguat signifikan sebesar 67,32 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.175,53.

Aksi beli yang masif, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), menjadi motor utama di balik reli IHSG menjelang akhir pekan ini.

Seperti dilansir Media Indonesia, berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor keuangan yang naik sebesar 2,36%, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 0,79% dan 0,60%.

Sedangkan tiga sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 0,67%, diikuti oleh sektor industri dan sektor teknologi yang turun masing-masing sebesar 0,30% dan 0,10%.

Advertisement

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu KOKA, KBLV, AGAR, HOPE, dan ECII. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni AIMS, BAPA, PRDL, JELI dan RMKE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.985.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,32 miliar lembar saham senilai Rp24,04 triliun. Sebanyak 363 saham naik, 274 saham menurun dan 328 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 3,96% ke 64.186,00, indeks Shanghai melemah 3,05% ke 3.764,15, indeks Hang Seng melemah 1,78% ke 24.562,24, indeks Kospi melemah 6,37% ke 6.820,60, dan indeks Strait Times melemah 0,57% ke 5.507,84.

Sentimen Penopang

Laju IHSG hari ini sejatinya sudah menunjukkan tanda-tanda positif sejak pembukaan pagi, di mana indeks langsung dibuka menguat ke level 6.112,84. Kekuatan pasar kian terkonfirmasi pada sesi I dengan apresiasi 0,55 persen sebelum akhirnya ditutup meroket di sore hari.

Advertisement

Sejumlah faktor kunci yang melatarbelakangi kebangkitan IHSG akhir pekan ini antara lain:

  • Gairah Sektor Keuangan: Sektor finansial (finance) menjadi salah satu penopang utama kenaikan indeks. Saham-saham perbankan kembali dilirik investor seiring dengan rilis data pertumbuhan ekonomi domestik yang dinilai solid.
  • Aksi Buru Saham Unggulan (LQ45): Saham-saham blue-chip seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan kenaikan signifikan dan memimpin barisan top gainers.
  • Sentimen Global yang Melunak: Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global meredam kekhawatiran pasar, memicu aliran dana asing (foreign inflow) kembali masuk ke pasar saham dalam negeri.

Mengutip  Media Indonesia, IHSG ditutup menguat seiring antusiasme investor menyambut musim rilis Laporan Keuangan periode kuartal II-2026 dan semester I-2026.

“Penguatan IHSG didorong oleh penguatan emiten-emiten perbankan khususnya Big Caps, dan oleh beberapa emiten Big Caps lainnya, serta diperkirakan adanya inflow asing kepada emiten-emiten perbankan yang sedang rilis Laporan Keuangan,” ujar Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana alias Didit di Jakarta, Jumat.

Secara historis selama 10 tahun terakhir, IHSG selalu mengalami penguatan pada bulan Juli seiring adanya musim rilis laporan keuangan periode kuartal II-2026 dan semester I-2026 dari emiten-emiten di BEI.

Senada dengan Didit, Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama mengatakan penguatan indeks lebih banyak didorong oleh faktor domestik, terutama kenaikan saham-saham perbankan utamanya Himbara yang menjadi motor utama.

“Sentimen positif juga datang dari ketentuan terbaru High Shareholding Concentration (HSC), yang memberikan persepsi adanya peningkatan transparansi dan pengawasan pasar, sehingga membantu memperbaiki market sentiment investor,” ujar Elandry.

Advertisement

Dari sisi teknikal, Elandry melihat kenaikan indeks sebagai technical rebound setelah IHSG mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. “Investor mulai melakukan akumulasi kembali, terutama pada saham-saham Big Caps yang memiliki likuiditas tinggi seperti sektor perbankan,” ujar Elandry.

Selain itu, ia menjelaskan sebagian sentimen negatif sebelumnya sudah cukup banyak price in ke harga saham, sehingga ketika ada katalis positif, ruang untuk pemulihan menjadi lebih terbuka.

“Namun, investor tetap perlu mencermati faktor eksternal seperti pergerakan bursa saham global, arah suku bunga The Fed, nilai tukar Rupiah, serta potensi perubahan foreign flow (arus dana asing) yang dapat mempengaruhi volatilitas pasar ke depan,” ujar Elandry.

Proyeksi IHSG Senin Depan

Setelah mencatatkan akumulasi penguatan yang cukup tebal hari ini, bagaimanakah proyeksi IHSG saat pasar kembali dibuka pada Senin awal pekan depan?

Advertisement

Para analis memproyeksikan pergerakan IHSG pada hari Senin berpotensi mengalami konsolidasi sehat dengan kecenderungan menguat terbatas. Ada dua skenario utama yang perlu dicermati investor:

  1. Potensi Profit Taking (Aksi Ambil Untung): Penguatan tajam sebesar 1,10 persen di akhir pekan berisiko memicu sebagian pelaku pasar untuk merealisasikan keuntungan jangka pendek pada Senin pagi.
  2. Uji Level Resistan Baru: Jika IHSG mampu mempertahankan posisinya di atas level psikologis 6.150 pada sesi pertama Senin nanti, indeks berpeluang besar menguji area resistan berikutnya di kisaran 6.200 hingga 6.220.

IHSG diprediksi akan bergerak di rentang support 6.120 dan resistance 6.210. Sektor perbankan, infrastruktur, dan konsumer non-primer yang mulai menunjukkan pemulihan menarik untuk dipantau secara selektif. Tetap terapkan strategi buy on weakness pada saham-saham berfundamental kuat jika terjadi koreksi sehat di awal pekan.

Phintraco Sekuritas yang dipantau dari investor.id, menjelaskan, berdasarkan weekly chart, IHSG ditutup diatas MA5 dan MA10 weekly. Histogram negatif MACD weekly menyempit dan berpotensi membentuk Golden Cross, di tengah Stochastic RSI yang cenderung menguat di area pivot.

“Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang menguji level 6.225-6.280 pada pekan depan,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Jumat (17/7/2026).

Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguat menguji level 6.200-6.212. Cermati area koreksi terdekat yang diperkirakan berada di 6.088-6.122.

MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham ADRO, ESSA, ITMG, dan SRTG untuk trading pekan depan, Senin (20/7/2026). ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement