Ibu Kota
Di Masa Pandemi, Omset Jual Janda Bolong Raup Puluhan Juta

Joko, pedagang tanaman hias di Cempaka Putih. (Farhanzuhdi)
FAKTUALid – Bisnis Tanaman hias memang penuh dengan suka duka. Sempat booming di awal pandemi dengan munculnya tanaman favorit Janda Bolong yang membuat omset melambung hingga berlipat-lipat. Kini bisnis tersebut kembali biasa-biasa saja alias tak ramai lagi seperti tahun lalu.
Hal tersebut diungkapkan Joko salah satu pedagang tanaman hias yang mendirikan kios di Cempaka Putih Jakarta Pusat, ketika diteui disela-sela kesibukan keseharian menjaga kiosnya, Kamis (3/6/2021).
Menurut Joko, beberapa waktu lalu di awal pandemi, bisnis tanaman hias jadi primadona. Masyakarat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, untuk mengisi waktu luang mereka banyak memilih mengisinya dengan memilihara tanaman hias. Masyarakat beburu tanaman hias untuk mempercantik rumah sekaligus untuk mengisi waktu luang.
Joko menuturkan, dirinya di awal pandemi memang mendapati omset tanaman hias naik cukup besar. “Selama pandemi omset naik, mungkin karena orang-orang cari kesibukan iseng-iseng ngerawat tanaman, yang tadinya ga hobi jadi ikut-ikutan” ujar Joko saat ditemui disela berjualan.
Namun, lanjut Joko, belakangan omset yang didapatnya mulai menurun. “Omset kotor saya sebelum pandemi kisaran Rp 30 juta tapi saat awal pandemi naik jadi Rp 60 juta,” aku Joko. “Tapi sekarang omset kembali normal dan kembali ke awal,” tambah Joko.
Saat awal pandemi masyarakat banyak mencari jenis-jenis tanaman seperti Janda Bolong, Aglonema, Antorium, dan sejenis keladi. “Dulu tuh tanaman yang biasa dicari orang ga jauh dari janda bolong, aglonema, antorium dan jenis keladi,” ucap Joko. ” Tapi sekarang penjualan udah rata atau normal seperti sebelum pandemi,” imbuh Joko.
Ketika banak masyarakat yang cari tanaman hias, harga beberapa jenis tanaman melonjak naik. Namun sekarang kembali seiring penjualan berangsur biasa-biasa saja.
“Kemarin sih janda bolong bisa laku rata-rata Rp 250 ribu. Sekarang udah normal jadi Rp 100 ribu. Kini semua tanaman udah kembali ke harga normal,” ujar Joko.
Walau kembali harga sudah kembali normal, tutur Joko, dirinya yakin bila kembali terjadi tren tanaman hias akan kembali ramai dengan omset yang akan berlipat ganda. (Farhanzuhdi)














