Connect with us

Nasional

Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 KKK, Presiden Prabowo Tegaskan Nilai Si Tou Timou Tumou Tou Mencerminkan Jati Diri Bangsa

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Perayaan Natal, Tahun Baru dan Kunci Taong 2026 Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta, yang dihadiri ribuan 2.500 peserta, berlangsung khidmat dan meriah, Sabtu (31/1/26) malam. (Ist)

Perayaan Natal, Tahun Baru dan Kunci Taong 2026 Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta, yang dihadiri ribuan 2.500 peserta, berlangsung khidmat dan meriah, Sabtu (31/1/26) malam. (Ist)

FAKTUAL INDONESIA: Presiden Prabowo Subianto menegaskan Nilai Si Tou Timou Tumou Tou mencerminkan jati diri bangsa yang saling menghormati, saling menguatkan, dan hidup berdampingan secara damai.

Demikian dikemukakan  Staf Khusus Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Gugun Gumilar pada acara Perayaan Natal, Tahun Baru dan Kunci Taong 2026 Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (31/1/26) malam.

Pada cara yang mengambil tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dan subtema “Kasih Kristus Sempurna bagi Kita dalam Menjaga Akar, Menyatukan Hati, dan Menjadi Cahaya”, hadir di jajaran tamu VVIP sejumlah tokoh nasional asal Minahasa, Sulawesi Utara, mulai dari pejabat pemerintahan, militer, pengusaha sampai profesional. Beberapa di antaranya adalah Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dewan Kehormatan Dewan Pengurus Pusat (DPP) KKK Letjen TNI (Hor Purn) Glenny Kairupan yang saat ini menjabat Direktur Utama Garuda Indonesia, dan Ketua Dewan Kehormatan Theo L Sambuaga.

Tokoh lainnya Letjen TNI (Purn) EE Mangindaan, Letjen TNI (Purn) Johny Lumintang, Mayjen TNI (Purn) Ivan Pelealu, Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano Tilaar, Komandan Seskoau Marsda TNI Jorry Kolay, mantan Ketua Umum DPP KKK Irjenpol (Purn.) Ronny F Sompie yang juga pernah menjabat Dirjen Imigrasi, Irjenpol Tommy Watuliu, Mayjen TNI Purn Wanti Waranai Franky Mamahit,  Brigjen Pol. Chist Reinhard Pusung dan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas.

Tidak ketinggalan tentunya tuan rumah Ketua Umum DPP KKK Angelica Tengker berserta jajaran pengurus, dan Ketua Panitia Pelaksana Natal dan Kunci Taong KKK 2026 Fernando Rorimpandey.

Advertisement

Gugun Gumilar mengemukakan, penegasan Presiden Prabowo tentang filosofi Minahasa, “Si Tou Timou Tumou Tou” (manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain). “Presiden Prabowo menegaskan bahwa persatuan nasional dan kerukunan antarumat beragama adalah kekuatan utama Indonesia. Nilai Si Tou Timou Tumou Tou mencerminkan jati diri bangsa yang saling menghormati, saling menguatkan, dan hidup berdampingan secara damai,” ujar Gugun.

Dia menekankan semangat natal dan nilai luhur budaya Manado, selaras dengan visi besar Presiden Prabowo dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan harmoni antarumat beragama di tengah keberagaman bangsa.

Selain itu Gugun menyampaikan, komitmen Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar di Kementerian Agama Republik Indonesia dalam mengarusutamakan ajaran cinta kasih dalam beragama sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Visi Kementerian Agama adalah mewujudkan kehidupan beragama yang penuh cinta kasih, rukun, toleran, dan berkeadaban. Perayaan Natal dan Tahun Baru ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat dialog, persaudaraan, dan solidaritas lintas iman,” tambah Gugun.

Gugun pun mengapresiasi Keluarga Besar Kawanua yang terus menjadi teladan dalam merawat kebhinekaan dan memperkuat persaudaraan lintas suku, agama, dan budaya.

Advertisement

“Perayaan Natal Kerukunan Keluarga Kawanua diharapkan menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen bersama untuk menjaga Indonesia sebagai rumah besar yang damai, rukun, dan harmonis bagi seluruh umat beragama,” ujarnya.

Gugun yang hadir mewakili Menteri Agama, membagikan kisah inspiratif tentang perjalanannya menempuh studi Kristen dan Islam di Amerika Serikat serta Inggris. Ia menekankan pentingnya cinta kasih antarsesama tanpa memandang latar belakang agama.

“Mari kita cintai sesama kita seperti kita semua mencintai diri kita sendiri,” ujarnya mengutip pesan Kitab Suci sambil mengajak KKK untuk terus berjalan dalam cahaya Tuhan.

Momen Istimewa Sulut

Perayaan Natal dan Kunci Taon KKK 2026 yang dihadiri 2.500 perserta berlangsung khidmat dan meriah itu menjadi momen istimewa bagi Pemerintah Sulut. Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas warga Kawanua di perantauan dan secara khusus mengajak para pakar serta pengusaha diaspora untuk bersinergi membangun Bumi Nyiur Melambai.

Advertisement

Marijo baku tongka, kong baku beking maju. (Mari saling menopang, lalu saling mendorong kemajuan). Mari berkontribusi ikut memikirkan, memberikan saran, dan ide kreatif dari perantauan untuk kampung halaman,” kata Gubernur, dalam sambutannya yang disambut antusias oleh warga Kawanua yang hadir di acara tersebut.

Gubernur menegaskan bahwa Sulawesi Utara kini sangat membutuhkan sumbangsih ide kreatif dan keterlibatan langsung para tokoh di perantauan untuk mengelola potensi daerah, khususnya di sektor pertambangan rakyat dan pariwisata,

Maka, Gubernur adalah ajakan kepada para ahli pertambangan asal Sulawesi Utara yang sukses di Jakarta untuk membantu pemerintah provinsi dalam mengelola Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Gubernur mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah memperjuangkan legalitas 232 blok WPR, di mana 63 blok di 6 kabupaten telah disetujui.

“Bagi yang ahli-ahli tambang, pulang jo, bergabung dengan provinsi, bergabung dengan BUMD kita, kita akan segera keluarkan izin pertambangan rakyatnya,” tegas Gubernur Yulius.

Selain tambang, sektor pariwisata juga menjadi prioritas dengan adanya revitalisasi destinasi unggulan seperti Bukit Kasih, Sumaru Endo, dan pembersihan Danau Tondano.

Advertisement

Gubernur menyatakan rasa bangganya terhadap eksistensi KKK yang selalu memedomani filosofi “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” serta berkontribusi nyata dalam berbagai aspek kehidupan di pemerintahan maupun sektor lainnya.

Karena itulah, Gubernur Yulius Selvanus menekankan pentingnya kekompakan diaspora yang diharapkan dapat melahirkan ide-ide kreatif dan inovasi bagi kampung halaman. Beliau meyakini bahwa Jakarta merupakan tempat berkumpulnya banyak pemikir dan figur hebat yang memiliki kapasitas untuk memajukan Sulawesi Utara.

“Saya sangat yakin dan percaya banyak pemikir-pemikir, banyak jagoan-jagoan, jawara- jawara di Jakarta ini, yang bisa berkontribusi untuk kampung halaman,” ujar Gubernur di hadapan warga Kawanua.

Menutup sambutannya, Gubernur mengingatkan warga Kawanua untuk terus menjaga nama baik daerah dan bangsa, serta merayakan kesuksesan putra asli Langowan, Presiden Prabowo Subianto, sebagai kebanggaan bersama masyarakat Sulut.

Inovasi dan “Peacemaker” Dunia

Advertisement

Sementara itu Ketua Dewan Kehormatan KKK, Theo Sambuaga, menegaskan bahwa kasih merupakan landasan utama bagi KKK dari generasi ke generasi. Ia bangga melihat kekompakan diaspora yang berkarya di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan hingga sektor swasta, namun tetap mengingat daerah asal mereka.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah pesan dari sesepuh KKK, Glenn Kairupan, yang memberikan wejangan tajam mengenai masa depan. Dengan slogan “No innovation, no future,” ia memotivasi generasi muda Kawanua untuk menjadi agen perubahan yang kreatif.

Lebih jauh, Dirut Garuda Indonesia ini mendorong warga Manado yang memiliki potensi sebagai pemberani dan fasih berbahasa untuk menjadi “peacemaker” atau pendamai di lembaga-lembaga internasional seperti PBB, IMF, dan World Bank.

Mewakili Gubernur DKI Jakarta, Kepala Biro Pendidikan dan Mental Pemprov DKI Jakarta, Fajar Eko Satrio, menyampaikan kekagumannya terhadap filosofi Minahasa, “Si Tou Timou Tumou Tou” (manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain). Menurutnya, prinsip ini sangat relevan dengan visi pembangunan Jakarta sebagai kota global yang peduli dan saling menghargai. Ia juga mengapresiasi kontribusi nyata komunitas Kawanua dalam menjaga kedamaian dan kemajuan kota Jakarta.

Menutup kegiatan tersebut, Ketua Umum DPP KKK, Angelica Tengker, dalam sambutannya menekankan visi KKK periode 2025-2030 untuk “menjaga akar, menyatukan hati, dan menjadi cahaya. Ia mengingatkan warga untuk tetap memegang teguh nilai luhur tanah Minahasa sembari menjadi berkat di mana pun mereka berada.

Advertisement

“Melalui KKK, kita menjaga akar, nilai-nilai luhur dari tanah leluhur Minahasa di Sulawesi Utara. Juga nilai-nilai iman yang dijaga mulai dari keluarga. Mari kita satu hati, menyatukan hati untuk saling menolong dan memperhatikan. Juga berkontribusi bagi Sulawesi Utara dengan menjadi mitra strategis bagi pemerintah,” ungkap Angelica.

Ketua Panitia Pelaksana Natal dan Kunci Taong KKK 2026, Fernando Rorimpandey menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang pemulihan iman dan penguatan identitas Kawanua.

“Ibadah Natal dan Kunci Taong harus menjadi ruang pemulihan iman, persatuan keluarga, serta penguatan identitas budaya Kawanua. Karena itu, seluruh persiapan kami kawal secara langsung,” ujar Fernando.

Ia menambahkan, momentum Natal dan Kunci Taong merupakan panggilan untuk terus merawat akar budaya, memperkuat iman, dan menjaga persaudaraan Kawanua di mana pun berada.

Ibadah Dan Seni Budaya Kawanua

Advertisement

Adapun acara Natal dan Taon Baru, dikemas unik dengan memadukan ibadah syukur yang mendalam dengan pertunjukan seni budaya Kawanua yang semarak dalam sebuah konsep Ibadah Naratif Teatrikal yang inovatif dan baru pertama kali digelar dalam sejarah KKK.

Mengusung tema Natal Nasional Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) 2025, yaitu “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21-25), dengan sub-tema “Kasih Kristus Sempurna Bagi Kita Dalam Menjaga Akar, Menyatukan Hati dan Menjadi Cahaya”, acara ini menjadi momen refleksi dan penguatan ikatan kekeluargaan bagi seluruh warga Kawanua di perantauan.

Pendeta Johny Alexander Lontoh, MMin, MTh, selaku konseptor, menyebutkan narasi perayaan dibagi dalam empat sesi: diawali dengan kisah penciptaan, kejatuhan manusia, dan rencana keselamatan dalam Tuhan Yesus; dilanjutkan dengan konteks keluarga modern dengan berbagai permasalahannya; kemudian keluarga yang dilawat oleh Tuhan; dan diakhiri dengan panggilan untuk hidup dalam terang.

“Setiap sesi narasi akan diperkaya dengan pementasan tari dan pertunjukan surealis untuk memperdalam perenungan jemaat,” jelas Pdt. Lontoh.

Pada bagian Perayaan Kunci Taon, acara ini dimeriahkan oleh kolaborasi apik dari berbagai pengisi acara ternama. Pujian jemaat akan dipandu oleh paduan suara akbar yang terdiri dari Nafiri Choir dan GP Choir, dengan iringan musik dari tim musik GPIB Paulus Jakarta. Adapun Pesan Natal akan disampaikan secara oikumenis oleh RD Anthonius G.A.

Advertisement

Selain ibadah, acara ini juga akan menjadi panggung bagi kekayaan seni dan budaya Kawanua. Berbagai pertunjukan seperti Tari Kabasaran, Kolintang, Makaruyen, dan Masamper akan ditampilkan. Sejumlah artis berdarah Kawanua juga akan turut memeriahkan acara, di antaranya Dirly Sompie, Randy Lapian, Angel Punaji, dan penampilan spesial dari Tonny Wenas.

Acara menjadi ajang penguatan silaturahmi bagi para warga Kawanua. Suasana kekeluargaan yang kental menyelimuti Balai Samudera, Jakarta, saat sekitar seribuan lebih warga Kawanua yang berkumpul. Acara ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum bagi warga diaspora Sulawesi Utara untuk mempererat tali persaudaraan serta merenungkan makna iman dan kontribusi nyata bagi bangsa. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement