Nasional
Penyelesaian Konflik Terkait PSN Rempang Eco City, Mentrans Iftitah Tegaskan Transmigrasi Lokal Tanpa Paksaan

Mentrans Iftitah Sulaiman Suryanegara berdialog dengan warga terkait dengan pelaksanaan transmigrasi lokal PSN Rempang Eco City di Sembulang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (29/3/2025). (Ant)
FAKTUAL INDONESIA: Program transmigrasi lokal yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik tanah adat terkait dengan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City harus berlangsung dengan suka rela tanpa paksaan.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanegara menegaskan, keputusan untuk mengikuti transmigrasi lokal di kawasan Batam-Rempang-Galang (Barelang) berada di tangan penduduk.
“Nanti Bapak dan Ibu sendiri yang akan memilih ya apa yang terbaik untuk Bapak dan Ibu sekalian,” kata Mentrans Iftitah Sulaiman Suryanegara di Sembulang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu.
Baca Juga : MUI Minta Pemerintah Hentikan PSN di PIK 2 Karena Diduga Sengsarakan Rakyat
Bahkan Iftitah menekankan, jika pihaknya memaksakan masyarakat setempat untuk mengikuti program transmigrasi lokal tersebut, menurut dia, justru hal tersebut bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.
Untuk itu Iftitah memastikan, pelaksanaan program transmigrasi lokal di kawasan Barelang berlangsung dengan sukarela dan tanpa paksaan.
“Tidak ada namanya program transmigrasi itu menggusur atau merelokasi, tidak ada, karena sesuai dengan perintah Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 yang namanya transmigrasi itu harus bersifat sukarela,” ucap Iftitah.
Dalam pantauan media online laporan laman berita antaranews.com, Iftitah mengatakan bahwa program transmigrasi kini tidak hanya memindahkan penduduk, tetapi fokus membangun ekosistem perekonomian baru.
Selain itu, dia menuturkan bahwa konsep transmigrasi modern yang tengah pihaknya kembangkan saat ini berbeda dengan penyelenggaraan transmigrasi pada masa lalu.
Baca Juga : Pagar Laut Tangerang, Menko Airlangga Buka Suara, PSN PIK 2 hanya Ecotourism Tropical Coastland
Iftitah menegaskan bahwa Kementerian Transmigrasi (Kementrans) berkomitmen mengembangkan area transmigrasi untuk menjadi kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi (KETT).
Untuk mewujudkan KETT di kawasan Barelang, dia menyatakan bahwa Pemerintah tidak hanya membangun rumah tempat tinggal baru bagi warga, tetapi juga fasilitas pendidikan, termasuk pembelajaran jarak jauh untuk tingkat perguruan tinggi.
Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menyediakan kapal nelayan serta membangun dermaga ikan tangkap beserta tempat pelelangan ikan (TPI) hingga fasilitas cold storage dan packing.
“Di sini luar biasa potensinya, bukan hanya soal pasir silika, melainkan ada wisata bahari dan ada kelautan,” ujarnya.
Mentrans berharap pelaksanaan transmigrasi lokal di kawasan Barelang dapat memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan potensi daerah mereka sendiri.
Baca Juga : Arahan Presiden Prabowo pada Rapat Terbatas KEK dan PSN, Menko Airlangga: Dorong dan Kejar Terus
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Batam pada tahun 2023, terdapat total 2.637 kepala keluarga (KK) yang terdampak pembangunan PSN Rempang Eco City dengan 961 KK terdampak pembangunan Tahap I.
Per Maret 2025, Kementrans dan BP Batam mencatat 436 KK sudah mendaftar program transmigrasi, 232 KK telah pindah ke hunian sementara, serta 68 KK telah pindah ke hunian tetap dan telah menerima sertifikat hak milik (SHM). ***














