Connect with us

Nasional

Menko PM Muhaimin Tegaskan Tanpa Integritas, Tidak akan Pernah Menghadirkan Keadilan dan Manfaat bagi Rakyat

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menko PM Muhaimin Tegaskan Tanpa Integritas, Tidak akan Pernah Menghadirkan Keadilan dan Manfaat bagi Rakyat

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar, tanpa integritas, sebesar apa pun programnya tidak akan pernah menghadirkan keadilan dan manfaat bagi rakyat. (Kemenko PM)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar Menko PM menegaskan bahwa integritas adalah inti dari agenda pemberdayaan. Kementerian Koordinato (Kemenko) PM memperkuat tata kelola berbasis data melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.

“Pemberdayaan itu transparan. Karena itu, kami mengedepankan pemerintahan yang terbuka, partisipatif, dan berbasis data. Masyarakat harus bisa ikut mengawasi, mengoreksi, dan memastikan setiap program tepat sasaran,” kata Menko PM Muhaimin.

Kemenko PM menempatkan tahun 2026 sebagai tahun konsolidasi untuk memperkuat tindak lanjut SPI secara lebih sistematis dan terukur, agar perbaikan tata kelola benar-benar terasa hingga ke pelayanan dan dampaknya bagi masyarakat.

Baca Juga : Menko PM Muhaimin Janji Selesaikan dengan Cepat Fenomena SMK Kekurangan Guru Kejuruan

“Integritas adalah fondasi pemberdayaan. Tanpa integritas, sebesar apa pun programnya tidak akan pernah menghadirkan keadilan dan manfaat bagi rakyat,” ujar Muhaimin.

Kemenko PM menjadi salah satu kementerian koordinator dengan indeks integritas tertinggi dengan meraih skor 82,61 dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK 2025.

Advertisement

Muhaimin menyatakan capaian ini sejalan dengan upaya Kemenko PM melakukan pemberdayaan berbasis tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Pemberdayaan hanya mungkin berjalan jika integritas dijaga sejak awal. Setiap rupiah anggaran negara harus sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan, tanpa kebocoran dan tanpa kompromi,” tegas Muhaimin.

Baca Juga : Menko PM Muhaimin Janji Selesaikan dengan Cepat Fenomena SMK Kekurangan Guru Kejuruan

SPI KPK 2025 melibatkan 657 institusi serta 837.693 responden dari unsur internal, eksternal, hingga para ahli.

Hasil SPI KPK dibagi kedalam tiga kategori. Kategori rentan dengan skor 73 kebawah, waspada dengan skor 73 sampai 78, dan terjaga dengan 78 keatas.

Hasil SPI KPK juga menjadi alat ukur presisi untuk memetakan lembaga yang memerlukan perbaikan integritas hingga perbaikan prosedur pemerintahan yang masih rawan korupsi.

Advertisement

“Integritas tidak berhenti pada skor. Yang menentukan adalah tindak lanjutnya, bagaimana kita memperbaiki sistem, menutup celah penyimpangan, dan membangun budaya kerja yang benar-benar akuntabel,” ujarnya. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement