Connect with us

Nasional

Letusan Erupsi ke-5 dan 6 Gunung Semeru Hari Ini Teramati Setinggi 500 dan 800 Meter

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Letusan Erupsi ke-5 dan 6 Gunung Semeru Hari Ini Teramati Setinggi 500 dan 800 Meter

Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur yang masih berstatus waspada kembali erupsi sebanyak enam kali Rabu (22/1/2025) hingga pukul 10.20 WIB

FAKTUAL INDONESIA: Dari enam kali erupsi Gunung Semeru di  perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim), hanya dua yang teramati hingga Rabu (22/2/2025) pukul 10.20 WIB.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Yadi Yuliandi dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Rabu, mengemukakan,  yang terawati hanya erupsi ke-5 dan ke-6 dari Gunung Merapi.

Menurut Yadi, erupsi ke-6, letusan erupsi Gunung Semeru setinggi 800 meter sedangkan yang ke-5 mencapai 800 meter dari puncak.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Rabu 22 Januari 2025 pukul 10.20 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut,” kata Yadi Yuliandi seperti dilansir laman berita antaranews.com.

Baca Juga : 17 Kali Erupsi, Tinggi Letusan Terbaru Gunung Semeru Jumat Malam Mencapai 400 Meter

Disebutkan Yadi, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur laut dan erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 128 detik.

Advertisement

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat sudah enam kali erupsi sejak pukul 00.01 WIB hingga 10.20 WIB, namun erupsi kelima dan keenam yang visual letusannya teramati dengan ketinggian 500 meter dan 800 meter di atas puncak. Sedangkan sebelumnya visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut.

Yadi menjelaskan Gunung Semeru masih berstatus Waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, lanjut dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Baca Juga : Senin Pagi Gunung Semeru Erupsi Berulang Kali dengan Letusan yang Teramati Setinggi 700 meter

“Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement