Nasional
Penyakit Belum Bisa Dipastikan, Warga Dua Desa di Tasikmalaya Sakit Massal Serentak dengan Keluhan Sama

Petugas medis memeriksa kondisi kesehatan warga yang sakit secara massal di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (22/1/2025).
FAKTUAL INDONESIA: Penyakit yang menyerang belum bisa dipastikan. Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya masih melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap warga dua desa di Kecamatan Manonjaya yang sakit massal secara serentak dengan keluhan yang sama.
Puluhan warga desa Desa Kamulyan dan Desa Gunajaya mengalami sakit sama secara serentak yakni demam, nyeri otot, dan sulit berjalan.
Kepala Desa Kamulyan Jajang Jamara mengatakan, kejadian warga menderita sakit yang sama itu sudah hampir sepekan dan sudah dilaporkan ke Puskesmas Manonjaya untuk dilakukan pemeriksaan.
Ia menyebutkan warga di Desa Kamulyan terdapat 37 orang yang menderita sakit dengan keluhan sama yakni demam tinggi, pusing, nyeri otot, dan sulit berjalan yang sampai saat ini penyebabnya belum diketahui.
Baca Juga : Keracunan Massal di Jabar: Kembali Terjadi, Kali Ini Menimpa 74 Warga Cisureuh Sukabumi
“Untuk penyebabnya kami belum tahu, tetapi kata warga dulu ada riwayat pernah chikungunya, namun kami masih menunggu penjelasan medis,” katanya.
Setelah mendapat informasi sakit massal secara serentak dengan keluhan serupa it Dinkes Kabupaten Tasikmalaya langsung menurunkan tim medis ke lapangan.
“Kami turun ke lapangan guna memeriksa lingkungan, melakukan rapid test, memeriksa pasien, dan sosialisasi kebersihan,” kata Kepala Puskesmas Manonjaya Mia Shopia kepada wartawan di Tasikmalaya, Rabu.
Mia Shopia mengatakan, penyakit yang dikeluhkan puluhan warga berdasarkan dugaan sementara seperti penyakit chikungunya, karena daerah itu terdapat riwayat penyakit tersebut. Namun, kata dia, untuk kepastiannya perlu pemeriksaan medis, di antaranya melakukan uji laboratorium.
“Belum bisa dipastikan penyakitnya, menunggu pemeriksaan menyeluruh,” katanya.
Salah satu tim dokter dari Dinkes Kabupaten Tasikmalaya yang turun ke lapangan dr Anggi Dewi Setiawati mengatakan, pihaknya mendatangi pasien yang menderita sakit mirip seperti chikungunya, kemudian dilakukan tes cepat yang hasilnya negatif chikungunya.
“Kita lakukan rapid test ternyata negatif chikungunya,” kata Anggi.
Baca Juga : Keracunan Massal Jabar: Contoh Makanan di Sekarwangi Sukabumi dan Cikupa Bogor Diambil untuk Ungkap Penyebab
Ia menyampaikan, tim dokter di lapangan melakukan penelusuran dengan memeriksa secara intensif setiap warga yang sakit, kemudian memeriksa kondisi lingkungan warga terutama tempat keberadaan jentik nyamuk karena khawatir ada sarang nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD).
Hasil pengecekan di lapangan, kata dia, ada dugaan lain warga yang sakit tersebut seperti terjangkit DBD, namun dugaan itu harus dibuktikan dengan melakukan uji laboratorium.
“Gejalanya DBD kan mirip gitu, ada demam, namun tentu harus dibuktikan dengan uji laboratorium,” katanya.***














