Connect with us

Nasional

Gunung Ibu Lima Kali Erupsi dengan Ketinggian Letusan Abu Cendrung Menurun

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Gunung Ibu Lima Kali Erupsi dengan Ketinggian Letusan Abu Cendrung Menurun

Tampak pengamatan erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, Minggu (11/1/2026) pukul 19.37 WIT dengan melontarkan tinggi kolom abu teramati ± 300 m di atas puncak. (PVMBG)

FAKTUAL INDONESIA: Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut) lima kali erupsi Minggu (11/1/2026) hingga pukul 19.37 WIT atau 17.37 WIB. Dalam lima kali erupsi itu tinggi kolom abu letusan cenderung menurun.

Menurut laporan petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),  M Saum Amin, Gunung Ibu pertama kali erupsi Minggu pukul 08:13 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 400 m di atas puncak (± 1725 m di atas permukaan laut).

Baca Juga : Gunung Ibu Kembali Erupsi, Lontarkan Abu Vulkanik Hingga 800 Meter

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah selatan dan barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 40 detik,” tulis Saum Amin seperti dikutip dari laman PVMBG.

Tinggi kolom abu letusan itu merupakan yang tertinggi karena setelah itu Gunung Ibu yang merupakan gunung berapi stratovolcano aktif melontarkan kolom abu setinggi 300 meter.

Laporan yang dilansir petugas PVMBG, M Richard Chaniago, erupsi Gunung Ibu pukul 19:37 WIT melontarkan  tinggi kolom abu teramati ± 300 m di atas puncak (± 1625 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 54 detik.

Advertisement

Baca Juga : Sampai Jumat Sore, Gunung Ibu di Malut Sembilan Kali Erupsi dengan Tinggi Letusan Mencapai 600 Meter

“Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Minggu, 11 Januari 2026, pukul 17:07 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 300 m di atas puncak (± 1625 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 63 detik,” papar Richard Chaniago.

Dia juga melaporkan Gunung  Ibu erupsi pukul 15:52 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 300 m di atas puncak (± 1625 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 59 detik.

“Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Minggu, 11 Januari 2026, pukul 14:29 WIT. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 49 detik,” ungkap Richard.

Baca Juga : Gunung Ibu Malut Erupsi 5 Kali dalam 24 Jam, Lontarkan Letusan Tertinggi 600 Meter

Mengingat Gunung Ibu yang berstatus Level II atau Waspada masih erupsi berulang kali maka PVMBG memberikan rekomendasi:

  1. Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.
  2. Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).
  3. Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
  4. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan G. Ibu di Gam Ici untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas G. Ibu.
  5. Masyarakat, instansi pemerintah, maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi G. Ibu melalui aplikasi android Magma Indonesia, website Magma Indonesia https://geologi.esdm.go.id www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram). ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement