Connect with us

Nasional

Gunung Ibu Malut Erupsi 5 Kali dalam 24 Jam, Lontarkan Letusan Tertinggi 600 Meter

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Gunung Ibu Malut Erupsi 5 Kali dalam 24 Jam, Lontarkan Letusan Tertinggi 600 Meter

Gunung Ibu di Kecamatan Ibu Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut), erupsi Jumat (26/12/2025), pukul 01:33 WIT dengan tinggi kolom letusan teramati ± 300 m di atas puncak. (PVMBG)

FAKTUAL INDONESIA: Gunung Ibu yang berada dalam status Level II atau waspada, lima kali erupsi dalam rentang waktu 24 jam sejak Kamis (25/12/2025) hingga Jumat (26/12/2025) dinihari.

Dari lima kali erupsi itu Gunung Ibu yang terletak di  Kecamatan Ibu Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut), menurut laporan petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dua kali melontarkan letusan tertinggi yang sama-sama mencapai 600 meter di atas puncak (± 1625 m di atas permukaan laut).

Baca Juga : Status Waspada, Gunung Ibu Halmahera Barat Malut Erupsi Lontarkan Abu Vulkanik 600 Meter

“Terjadi erupsi G Ibu pada hari Jumat, 26 Desember 2025, pukul 01:33 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 300 m di atas puncak (± 1625 m di atas permukaan laut),” tulis  M Saum Amin dari PVMBG dalam laporannya.

Menurut Saum Amin, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 35 detik.

Disebutkan Saum Amin, sebelumnya, Kamis, Gunung Ibu empat kali erupsi yaitu pukul 21:33 WIT dengan tinggi kolom letusan teramati ± 600 m di atas puncak (± 1925 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah selatan dan barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 51 detik.

Advertisement

Baca Juga : Status Waspada, Gunung Ibu Lontarkan Abu Setinggi 900 Meter ketika Kembali Erupsi Sabtu Pagi

Pada pukul 17:57 WIT erupsi dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 1825 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur laut dan timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 43 detik.

Sedangkan  pukul 12:09 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak (± 1925 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara, selatan dan barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 38 detik.

Paling awal  pukul 00:08 WIT. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 67 detik.

Baca Juga : Waspada, Erupsi Gunung Ibu Malut Semburkan Abu Vulkanik 600 Meter

Mengingat status Gunung Ibu maka PVMBG memberikan rekomendasi:

  1. Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.
  2. Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).
  3. Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
  4. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan G. Ibu di Gam Ici untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas G. Ibu.

5. Masyarakat, instansi pemerintah, maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi G. Ibu melalui aplikasi android Magma Indonesia, website Magma Indonesia https://geologi.esdm.go.id www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram). ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement