Connect with us

Kesehatan

Ketahui 7 Risiko Fingering Saat Berhubungan Seksual

Diterbitkan

pada

risiko fingering

Foto Ilustrasi (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Fingering merupakan salah satu aktivitas seksual yang sering dilakukan oleh pasangan suami-istri. Aktivitas satu ini dianggap banyak orang aman dan tidak berbahaya. Padahal, terdapat risiko fingering yang mengintai dan perlu diwaspadai.

Dalam melakukan hubungan seksual bersama pasangan, suami terkadang melakukan banyak hal untuk memberikan suatu hal baru kepada sang istri. Salah satunya adalah dengan memasukkan jari ke vagina untuk merangsang pasangan. Biasanya istilah ini dikenal dengan fingering.

Kendati demikian, waspadai terhadap risiko fingering itu sendiri. Meski ampuh untuk merangsang pasangan sebelum penetrasi dimulai, kenali juga bahaya yang bisa terjadi saat melakukan aktivitas fingering tersebut.

Baca juga: 6 Bahaya Seks Oral yang Perlu Anda Waspadai, Suami-Istri Wajib Tahu!

Berikut beberapa risiko fingering yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.

1. Human papillomavirus (HPV)

Risiko fingering ketika berhubungan seksual yang pertama yaitu human papillomavirus (HPV). Ini merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang dapat ditularkan melalui kontak skin-to-skin. Umumnya, virus ini terdapat di kuku bagian pada penderita HPV genital.

Advertisement

Ketika seorang pria hidup bersama HPV lalu melakukan fingering kepada pasangannya, kontak tersebut dapat menularkannya. Sebuah penelitian menunjukkan, lebih dari 250 pasangan heteroseksual untuk dilakukan swab tangan dan alat kelamin setiap beberapa bulan. Hasilnya, risiko ini memungkinkan namun sangat jarang terjadi.

2. Vaginosis bakterialis

Menurut sebuah studi,  fingering dan seks oral bisa menularkan bakteri tidak berbahaya yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam vagina. Kondisi ketidakseimbangan bakteri vagina ini disebut vaginosis bakterialis.

Wanita yang mengalami masalah ini umumnya menimbulkan gejala, seperti keputihan yang sangat berbau amis atau busuk, gatal, dan labia merah. Gejala tersebut dapat hilang dengan sendiri dalam beberapa waktu. Apabila gejala tidak nyaman atau tak kunjung hilang, segera datang ke dokter.

3. Herpes

Risiko fingering berikutnya yaitu herpes. Herpes merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus dan menyebabkan luka pada mulut atau kelamin. Meski bukan masalah kesehatan serius, tapi ini membuat penderitanya tidak nyaman karena sakit yang cukup mengganggu.

Pada studi yang diterbitkan jurnal Microbial Cell tahun 2016, herpes lebih mungkin terjadi ketika seseorang menyentuh luka terbuka daripada kulit yang utuh. Kendati demikian, virus ini dapat menyebarkan pada kulit yang tidak rusak, semisal tangan, apabila bersentuhan dengan mulut, anus, atau alat kelamin.

Advertisement

4. Pendarahan

Selain herpes, risiko fingering ketika berhubungan seksual juga bisa menyebabkan pendarahan. Perlu diketahui, aktivitas seksual yang melibatkan vagina lalu memunculkan darah itu adalah hal normal.

Baca juga: 5 Bahaya Berhubungan Seks Saat Menstruasi, Hindari Sementara Waktu!

Ketika seorang suami melakukan hal tersebut kepada istirnya, risiko pendarahan juga dapat terjadi. Pasalnya, aliran darah ke vagina akan meningkat saat wanita terangsang. Sehingga cenderung mudah mengalami pendarahan yang diakibatkan iritasi pada leher Rahim atau goresan kuku.

5. Skabies

Skabies merupakan infeksi yang terjadi akibat parasite kecil yang menginfeksi lapisan atas kulit. Parasit ini umumnya berasal dari serangga. Skabies mudah menyebar ke orang lain berkat sentuh kulit. Terutama ketika berhubungan seksual bisa terjadi risiko fingering karena aktivitas tersebut melibatkan sentuhan.

Skabies mudah menyebar ke orang lain selama sentuhan kulit, biasanya saat berhubungan seks. Kondisi ini bisa membuat seseorang iritasi, ruam, dan gatal. Untungnya skabies mudah disembuhkan karena tidak berbahaya.

6. Gonore

Salah satu risiko fingering yang dapat terjadi adalah gonore. Gonore adalah infeksi yang ditularkan melalui kontak seksual dan dapat terjadi dengan atau tanpa ejakulasi. Penyakit ini umum terjadi pada hubungan homoseksual yang dapat ditularkan ke anus dan rektum melalui fingering. Kendati demikian, infeksi gonore lebih kecil kemungkinannya terjadi di luar seks kelompok.

Advertisement

7. Nyeri

Risiko fingering saat melakukan hubungan seksial yang terakhir adalah nyeri. Meski mampu merangsang, aktivitas seksual menggunakan jari ini kerap merugikan wanita. Sebab, beberapa diantaranya mengeluhkan nyeri pada pada vagina setelah fingering.

Hal ini terjadi karena organ kewanitaan tidak dilumasi dengan cukup baik atau pihak perempuan belum cukup siap. Namun, ketidaknyamanan ini dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Itulah beberapa risiko fingering ketika berhubungan intim. Supaya aktivitas ini aman, pastikan suami sudah mencuci tangan, memotong kuku, dan hentikan saat terasa sakit.***

Baca juga: 6 Faktor Untuk Mencapai Orgasme Hebat, Lakukan ini untuk Memuaskan Pasangan Kamu

Advertisement
Lanjutkan Membaca