Kesehatan
3 Cara Mengatasi Anemia Saat Hamil Beserta Gejala, Bumil Wajib Tahu!

Foto Ilustrasi (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Anemia atau kekurangan darah merupakan suatu masalah kesehatan yang kerap dialami sebagain orang, tak terkecuali ibu hamil. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena bisa berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin. Hal itu membuat banyak calon ibu yang mencari tahu cara mengatasi anemia saat hamil.
Anemia adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah, lebih rendah daripada batas normalnya. Dilansir dari Mayo Clinic, kondisi ini juga bisa terjadi jika sel darah merah tidak mengandung cukup hemoglobin yang bertugas menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh.
Pada ibu hamil, kondisi ini umumnya terjadi akibat kekurangan gizi selama masa kehamilan dan dipengaruhi perubahan hormon tubuh yang mengubah proses produksi sel-sel darah.
Anemia pada ibu hamil jika tidak ditangani dengan benar, akan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi yang berbahaya, seperti persalinan prematur, berat badan bayi rendah saat lahir, serta risiko depresi pasca persalinan dan kematian ibu pasca persalinan.
Baca juga: 8 Makanan Penambah Darah, Baik Dikonsumsi untuk Cegah Anemia
Berikut beberapa cara mengatasi anemia saat hamil beserta gejalanya yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.
Daftar isi
Gejala anemia pada ibu hamil
Sebelum mengetahui cara mengatasi anemia saat hamil, sebaiknya ketahui dahulu tentang gejala anemia pada hamil mudah dikenali, sebagai berikut:
- Mudah lelah
- Pusing
- Sakit kepala
- Sesak napas
- Merasa lemah
- Kulit pucat atau kekuningan
- Denyut jantung tidak teratur
Selain itu ada beberapa gejala yang jarang terjadi, di antaranya:
- Merasa gatal-gatal
- Perubahan pada indera perasa
- Rambut rontok
- Telinga berdenging
- Sariawan di pinggir mulut.
Cara mengatasi anemia saat hamil
Anemia terjadi karena sel darah merah dalam tubuh mengalami penurunan yang disebabkan kurangnya pasokan zat besi. Untuk itu, ibu hamil perlu mengonsumsi makanan penambah darah atau suplemen untuk mengatasinya. Lantas, apa saja makanan atau suplemen yang perlu dikonsumsi?
1. Asupan makanan zat besi
Cara mengatasi anemia saat hamil yang pertama yaitu makanan yang mengandung zat besi. Sejatinya, pola makan yang sehat dan teratur bisa mencegah Anda kekurangan zat besi. Lalu, tambahkan asupan makanan mengandung zat besi.
Tak hanya sebagai cara mengatasi anemia pada ibu hamil, mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi juga ampuh untuk mencegah anemia. Terdapat banyak makanan sehat yang menyimpan zat besi, yakni:
- Buah naga merah
- Ikan, daging merah, ayam.
- Sayur berwarna hijau gelap, seperti bayam, sawi hijau, pakcoy, brokoli, dan daun katuk.
- Kacang-kacangan dan biji-bijian.
- Sereal yang sudah difortifikasi zat besi.
- Telur dan tahu.
- Buah kering.
Baca juga: 7 Cara Menaikkan Hb pada Ibu Hamil, Secara Alami atau Medis?
2. Cukupi asupan vitamin C
Perlu diketahui, Anemia cenderung melemahkan sistem kekebalan tubuh. Hal tersebut sangat memungkinkan tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit inflamasi. Jika demikian, penderitanya disarankan untuk meningkatkan mencukupi asupan vitamin C harian.
Cara mengatasi anemia saat hamil dengan mencukupi vitamin C dinilai mampu melindungi tubuh dari dalam dan disaat yang bersamaan juga membantu dalam penyerapan zat besi. Umumnya, vitamin C bisa didapatkan dengan mudah dari buah dan sayur, seperti jeruk, lemon, stroberi, kiwi, tomat, brokoli, kembang kol, dan paprika.
Supaya lebih efektif, coba kombinasikan makanan dengan tinggi zat besi dan tinggi vitamin C, untuk asupan optimal. Kebutuhan vitamin C harian juga dapat dipenuhi dengan minum suplemen vitamin C. Namun, pastikan sudah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
3. Suplemen zat besi
Cara mengatasi anemia saat hamil berikutnya yaitu mengonsumsi suplemen zat besi. Biasanya dokter akan memberikan zat besi untuk membantu mengatasi gejala anemia. Suplemen zat besi yang umum diberikan adalah ferrous sulphate, yang dikonsumsi 2-3 kali per hari.
Namun, pastikan untuk memberi tahu dokter tentang obat lain yang sedang dikonsumi, karena beberapa di antaranya dapat berinteraksi dengan suplemen zat besi.
Sebagian juga kerap mengalami efek samping dari konsumsi suplemen zat besi ini, seperti sakit perut, diare atau konstipasi, nyeri ulu hati, mual, atau tinja yang berwarna gelap. Konsultasi ke dokter jika Anda merasakan efek samping ini setelah mengonsumsi suplemen zat besi.
Demikian penjelasan tentang gejala dan cara mengatasi anemia saat hamil. Jangan anggap remeh kondisi ini karena bisa berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin secara keseluruhan.***














