Connect with us

Kesehatan

Penggunaan Masker Kembali Diingatkan untuk Perlindungan Optimal dari Penularan Omicron

Diterbitkan

pada

Pakai dua masker (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Penggunaan masker kembali diingatkan setelah Covid-19 varian Omicron terungkap ditemukan di sini. Apalagi Omicron disebut menular lebih cepat dari varian Delta yang sempat membuat Indonesia kewalahan hingga mengalami gelombang kedua di pertengahan 2021 lalu.

Selain vaksinasi Covid-19, penerapan protokol kesehatan dengan menggunakan jenis masker yang tepat perlu dilakukan sebagai perlindungan ekstra untuk cegah varian Omicron.

Dokter spesialis penyakit dalam Eric Daniel Tenda mengatakan, penggunaan masker rangkap atau double masker bisa memberikan perlindungan ekstra yang optimal dari penularan virus corona.

Menurut dia, saat menggunakan jenis masker medis, seseorang bisa terlindung dari penularan virus corona hingga 50-60 persen.

Perlindungan yang diberikan akan semakin besar jika ditambah dengan masker kain di lapisan luar yakni 85 persen menurunkan risiko terpapar Covid-19.

Advertisement

“Sebenarnya sama aja untuk semua varian, paling baik masker yang paling baik pakai double mask. Pakai surgical mask lalu didobel dengan masker kain. Kalau didobel itu bisa sampai 85,6 persen (filtrasi),” kata Eric seperti dikutip dari cnnindonesia.com, Sabtu (18/12/2021).

Setelah mengetahui jenis masker cegah Omicron, berikut panduan dan syarat memakai jenis masker yang tepat sebagai perlindungan ekstra.

Rutin ganti masker

Eric mengingatkan, masker rangkap sebaiknya tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Dia menyarankan penggunaan masker double maksimal hanya digunakan selama 6 jam dan harus segera diganti.

Advertisement

Tak hanya itu, saat masker terasa lembab, basah atau sedang batuk dianjurkan segera mengganti masker meski belum 6 jam.

Silang tali masker

Saat digunakan, tali masker juga sebaiknya disilang. Ini untuk memperkuat dan meminimalisir celah atau lubang yang bisa dijadikan jalan masuk virus ke tubuh.

“Mulut, dagu, hidung ter-cover, jangan pakai maskernya longgar, lalu besinya itu dipencet,” kata Eric.

“Untuk penggunaan di dunia medis, double mask sebenarnya sudah cukup, ditambah knot and tuck. Pinggirannya disimpul atau diikat. kalau kemudian digunakan dengan baik ini bisa 85,6 persen (filtrasi),” ujarnya.

Advertisement

“Kalau mau pakai KN 94, artinya 94 persen filtrasi, ini tidak perlu didobel lagi. Kalau kemudian pakai yang N95, ini sebenarnya khusus untuk tenaga kesehatan. Lebih baik untuk masyarakat umum, (pakai) pakai masker biasa ditambah dengan masker kain, menurut saya jauh akan lebih baik,” ujarnya.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement