Connect with us

Lifestyle

6 Cara Merawat Kaktus, Pemula Bisa Coba Juga

Diterbitkan

pada

cara merawat kaktus

foto ilustrasi: istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Kaktus merupakan salah satu tanaman hias yang populer. Bentuknya yang unik, serta cara merawat kaktus yang tidak banyak tuntutan membuatnya populer. Jika kamu hendak memilih kaktus sebagai tanaman hias, maka kamu perlu mengetahui cara merawat kaktus.

Salah satu tanaman hias yang cocok untuk dirawat oleh pemula atau orang sibuk adalah kaktus. Cara untuk merawat kaktus ini terbilang relatif mudah karena minim pemeliharaan. Kaktus dapat menjadi tanaman hias di luar maupun dalam ruangan tergantung pada jenisnya.

Berikut cara merawat kaktus yang sudah faktualid.com lansir dari orami.co.id.

1. Kenali Jenis Kaktus

Cara merawat kaktus yang pertama adalah mengenali jenis kaktus. Agar cara merawat kaktus tepat dan cocok, kenali jenis kaktus kaktus yang kamu miliki. Meskipun terlihat mirip, berbeda jenis kaktus berbeda juga kebutuhannya.

Kamu dapat bertanya ke penjual kaktus untuk cara merawat kaktus yang tepat sesuai jenisnya, mulai dari rekomendasi media tanam kaktus, jadwal penyiraman, lokasi penempatan hingga cara memindahkan kaktus jika bertumbuh besar.

Advertisement

Baca juga: 5 Cara Merawat Tanaman Keladi agar Tumbuh Subur

2. Siapkan Media Tanam

Cara merawat kaktus yang kedua adalah siapkan media tanam. Dalam buku Media Tanam untuk Tanaman Hias, kaktus merupakan tanaman yang habitat aslinya bereda di daerah yang gersang dan panas.

Tanaman ini relatif tahan terhadap kekeringan dan biasanya tumbuh di daerah dengan kandungan pasir tinggi. Kaktus juga mampu beradaptasi dengan media tanam yang asam. Akarnya lunak, sehingga memerlukan media tanam yang porous atau banyak rongga.

3. Penyiraman

Cara merawat kaktus yang ketiga adalah penyiraman. Dengan habitat asli yang kering, kaktus dapat bertahan hidup tanpa air dengan cukup lama.

Jika kamu sering lupa menyiram tanaman, cara merawat kaktus mungkin cocok untuk dirumah karena hanya perlu diberi air sekitar 1-3 minggu sekali tergantung cuaca dan jenis kaktus.

Kaktus hidup dengan menyimpan air dalam batangnya. Air diserap kaktus dari akar, bukan batangnya. Jadi kamu cukup membasahi tanah saja.

Advertisement

Jenis kaktus dalam ruangan membutuhkan penyiraman yang lebih jarang dibandingkan dengan jenis kaktus yang hidup di luar ruangan.

4. Pupuk

Cara merawat kaktus yang keempat adalah pupuk. Meskipun tidak sebanyak tanaman hijau, cara merawat kaktus ini juga tidak luput dari pemupukan. Pemberian pupuk ini tidak perlu terlalu sering, melainkan hanya setahun sekali ketika memasuki musim hujan.

Tunggulah hingga kaktus menyesuaikan diri dan tumbuh dengan baik di pot yang baru, fase ini bisa saja memakan waktu hingga 2 bulan. Pupuk yang direkomendasikan untuk kaktus adalah pupuk NPK yang mengandung fosfor, nitrogen dan kalium yang dibutuhkan oleh kaktus.

Baca juga: 6 Cara Merawat Tanaman Anggrek agar Tumbuh Subur dan Cantik

5. Sinar Matahari

Cara merawat kaktus yang kelima adalah sinar matahari. Tidak semua jenis kaktus adalah jenis yang membutuhkan sinar matahari langsung.

Karena perbedaan jenis ini, cara merawat kaktus indoor dan outdoor juga berbeda, salah satunya adalah dengan memperhatikan sinar matahari yang mereka dapatkan.

Advertisement

Jenis kaktus yang hidup di luar ruangan membutuhkan banyak sinar matahari agar tetap sehat. Jenis kaktus yang hidup dalam ruangan juga masih memerlukan sinar matahari. Namun, tidak secara langsung karena dapat menyebabkan kaktus terbakar dan akan mati.

6. Gunakan Ukuran Pot yang Pas

Cara merawat kaktus yang terakhir adalah gunakan ukuran pot yang pas. Ukuran pot yang terlalu besar berpotensi membuat akar kaktus cepat membusuk karena air yang bertahan di media tanam.

Sedangkan ukuran pot yang ideal untuk kaktus tidak menyimpan air terlalu lama dan lebih cepat menurunkan air agar media tanam lebih cepat kering. Kaktus termasuk tanaman yang membesar cukup lambat.

Namun jika kamu menyadari akar kaktus mulai keluar dari tanah, inilah saat nya untuk memindahkan kaktus ke pot yang lebih besar. Kemungkinan kamu membutuhkan pot yang baru mungkin dapat memakan waktu 2 hingga 4 tahun.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement