Lifestyle
Hadir di Pondok Indah, RUSUNDA Melangkah dengan Visi Ibadah dan Kesejahteraan

Pembukaan cabang RUSUNDA di Pondok Indah pada 16 Desember 2025 dilakukan langsung oleh dr. Daphine Satria, CEO sekaligus Dokter Penanggung Jawab RUSUNDA. (Foto : Istimewa)
FAKTUAL INDONESIA: RUSUNDA merupakan singkatan dari Rumah Sunat dr. Daphine. Klinik ini pertama kali berdiri di Karawang pada tahun 2022 dan kini menjadi pusat pengembangan layanan RUSUNDA. Seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat, RUSUNDA terus berkembang dan membuka cabang di berbagai kota besar.
Pada 16 Desember 2025, RUSUNDA kembali melangkah dengan membuka cabang ke-18 di Pondok Indah, melengkapi jaringan klinik yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, hingga Surabaya. Kehadiran cabang baru ini menjadi bagian dari upaya RUSUNDA untuk mendekatkan layanan sunat modern kepada lebih banyak keluarga Indonesia.
Pembukaan cabang di Pondok Indah dilakukan langsung CEO sekaligus Dokter Penanggung Jawab RUSUNDA, dr. Daphine Satria.
Baca Juga : Pemilik Pondok Indah Mall, Murdaya Poo Meninggal Dunia
“Pembukaan cabang ke-18 di Pondok Indah menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan tersebut. Sebuah perjalanan yang berawal dari kepedulian, berkembang melalui inovasi, dan terus bergerak untuk memberikan pengalaman sunat yang lebih baik bagi setiap anak Indonesia,” kata dr. Daphine Satria.
Menurut Daphine Satria, dengan tim medis yang solid dan semangat inovasi yang berkelanjutan, RUSUNDA terus bertumbuh membawa visi “Pray and Prosperity”—ibadah dan kesejahteraan. RUSUNDA menargetkan untuk menjadi top of mind clinic sunat di Indonesia, sekaligus terus memperluas manfaat bagi masyarakat.
Dia menegaskan, komitmen RUSUNDA dalam menciptakan pengalaman sunat yang positif telah mendapat pengakuan nasional. Pada tahun 2024, RUSUNDA meraih penghargaan Rumah Sunat Paling Ramah Anak se-Indonesia dalam ajang Circumvision 2024 di Yogyakarta.
“Tak hanya fokus pada layanan klinik, RUSUNDA juga aktif menjalankan program sunat gratis keliling Indonesia sebagai bentuk pengabdian dan kontribusi nyata di bidang kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : Kalapas Jember Pimpin Pembagian Pakaian Ibadah dan Perlengkapan Mandi, Pastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi
Tercanggih Untuk Kenyamanan
Daphine Satria memaparkan, bagi pasien dengan kebutuhan khusus, RUSUNDA juga menghadirkan metode paling mutakhir, “PIN LASER BlueLight”. Metode ini menggunakan Laser Dioda 450 Nm, yang menghasilkan luka sayatan sangat minimal—hanya beberapa sel yang terdampak.
“Hasilnya adalah proses pemulihan yang lebih cepat, risiko perdarahan yang semakin kecil, serta pengalaman sunat yang lebih nyaman. Pendekatan ini memberi rasa tenang bagi orang tua, sekaligus membantu anak menjalani proses sunat tanpa rasa takut berlebihan,” katanya.
Mengingtat setiap anak memiliki cara berbeda dalam menghadapi tindakan medis, maka menurut Daphine Satria, RUSUNDA merancang layanan sunat dengan pendekatan yang tidak hanya medis, tetapi juga psikologis.
Disebutkan Daphine Satria, salah satu inovasi utama RUSUNDA adalah metode High Technology “PIN SEALER”, yang memungkinkan proses sunat dilakukan tanpa suntikan bius. Setelah bius bekerja, digunakan cetakan khusus (moulding) yang presisi dan disesuaikan dengan anatomi anak, sehingga hasil sunat lebih rapi dan terkontrol.
Baca Juga : Nasaruddin, Menag Pertama Hadiri Tahbisan Imam, Serukan Rumah Ibadah Jadi Rumah Persaudaraan
“Proses pemotongan dilakukan menggunakan radiofrekuensi suhu rendah, yang mampu memotong jaringan sekaligus menghentikan perdarahan dalam satu waktu. Tahap akhir dilakukan tanpa jahitan, menggunakan lem medis khusus, sehingga luka lebih cepat kering dan nyaman saat masa pemulihan,” tuturnya.
Dengan metode ini, kata Daphine Satria, anak tetap dapat menjalani aktivitas ringan seperti sekolah, mandi, atau berjalan bersama keluarga—tentu dengan tetap memperhatikan pantangan aktivitas berat.
Bagi orang tua, sunat adalah momen penting dalam tumbuh kembang anak laki-laki. Namun di balik itu, tidak sedikit orang tua yang menyimpan kecemasan: takut anak merasa sakit, trauma, atau mengalami komplikasi setelah tindakan.
Kekhawatiran ini pula yang dahulu dirasakan oleh dr. Daphine Satria — bukan sebagai dokter, melainkan sebagai seorang anak. Pengalaman sunat yang berujung pada perdarahan hebat hingga harus dirawat di rumah sakit menjadi titik awal lahirnya sebuah komitmen: menciptakan tempat sunat yang aman secara medis, nyaman untuk anak, dan menenangkan bagi orang tua.
Dari pengalaman personal itulah, RUSUNDA hadir. ***














