Connect with us

Internasional

RI Kutuk Serangan Israel ke UNIFIL, Dua TNI Terluka

Diterbitkan

pada

RI Kutuk Serangan Israel ke UNIFIL, Dua TNI Terluka

RI kutuk serangan Israel ke UNIFIL, dua TNI terluka. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Israel melakukan serangan terhadap UNIFIL, tentara penjaga perdamaian yang dibentuk PBB di Lebanon. Serangan ini membuat  personel TNI mengalami luka yang bertugas di sana.

Beruntung, dua TNI tersebut hanya alami luka ringan. Keduanya sudah menerima perawatan di fasilitas medis. Kondisi keduanya kondisi stabil saat ini.

Serangan itu terjadi ketika mereka tengah bertugas melakukan pemantauan pada menara pemantau di markas kontingen Indonesia di Lebanon selatan, tepatnya di Naqoura.

Luka yang dialami oleh dua prajurit TNI ini, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi, sudah dipastikan berasal dari peluru yang diluncurkan tank Merkava yang merupakan kendaraan perang milik Israel.

Baca Juga : Perdana Menteri Netanyahu Telepon Presiden AS Biden dan Wapres Harris, Israel Siapkan Serangan Balasan Mematikan ke Iran

Retno Marsudi mengungkapkan serangan tersebut merupakan pelanggaran berat atas Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB. Pemerintah Indonesia mengecam keras aksi tersebut.

Advertisement

“Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan IDF (tentara Israel) di Lebanon Selatan yang melukai dua personil pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia,” ungka Retno Marsudi, dalam pernyataannya yang diteruskan Juru Bicara Kemenlu Rolliansyah Soemirat, Kamis (10/10/2024) malam dilansir dari Antara.

Serangan apapun terhadap pasukan penjaga perdamaian, kata Menlu Retno, merupakan pelanggaran berat hukum humaniter internasional serta Resolusi DK PBB 1701 yang menjadi dasar keberadaan UNIFIL.

UNIFIL merupakan pasukan perdamaian yang bertugas berdasarkan mandat DK PBB melalui Resolusi 1701. Tujuan dari pasukan ini adalah mendukung stabilitas Lebanon.

Dia melanjutkan, serangan Israel itu dilakukan pada pangkalan militer UNIFIL yang lokasinya ada pada area “Garis Biru”, garis batas Lebanon dengan Israel.

Atas serangan ini, Menlu juga menjelaskan jika pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Force Headquarters Support Unit atau Komandan Kontingen Garuda FHQSU.

Advertisement

Menlu Retno menegaskan bahwa keselamatan serta keamanan pasukan UNIFIL harus dihormati Israel.

Baca Juga : Israel Perluas Operasi di Lebanon Terus Gempur Beirut, IDF Klaim Tewaskan Komandan Hizbullah

Dirinya juga memberikan sorotan terhadap UNIFIL yang telah memberikan pernyataan untuk mendesak Israel untuk ingat kewajibannyak itu menjaga dan memastikan keamanan personel PBB.

“Indonesia meminta semua pihak untuk menjamin dihormatinya wilayah PBB yang tak dapat dilanggar dalam segala waktu dan keadaan,” ungkap Retno.

Terkait serangan ini, Menlu Retno meminta dilakukan penyelidikan secara menyeluruh. Dia juga mendesak pelaku penyerangan yang jelas melanggar hukum internasional ini agar bertanggung jawab.***

 

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement